Honda Astrea Prima, dari Motor Harian Jadi Motor Incaran

Datariau.com
4.962 view
Honda Astrea Prima, dari Motor Harian Jadi Motor Incaran

DATARIAU.COM - Motor bebek kini sudah tak sejaya seperti zaman dahulu. Kehadiran skuter matik yang lebih praktis membuat motor berkopling ini harus mengalah dalam bidang penjualan.

Namun, satu hal yang motor-motor zaman ?now tidak bisa tirukan adalah gaya. Motor kekinian cenderung memiliki bahasa desain yang sporti dan modern, penuh tarikan garis dan liku.

Contoh saja Honda Astrea Prima yang telah menemani banyak keluarga Indonesia pada tahun 90an.

Motor ini dulunya banyak dipakai harian dan sempat disebut motor guru karena memang banyak dipergunakan oleh para abdi negara itu.

Otosia pun turut bernostalgia ketika melihat langsung Honda Astrea Prima simpanan keluarga Cahyanto Arie Wibowo, Head of Growth KapanLagi Youniverse.

Motor lawas itu merupakan hasil jerih payah dan sarana mobilitas pertama almarhum ayah Arie, Marcellus Bambang Giyatto dan keluarganya.

Sang ayah membelinya dengan harga Rp 1.650.000 tahun 1990 silam. Bila dikomparasikan dengan pasar zaman sekarang, harganya bisa sampai puluhan juta. Bahkan ada yang sempat menawarkan sampai Rp 30 juta.

Tertarik dengan motor harian incaran pecinta roda dua klasik? Yuk simak detailnya.

Eksterior

Lampu depan, electric starter dan speedometer.Lampu depan, electric starter dan speedometer.

Kondisi fisik motor masih sangat menawan tiada bercak penanda termakan usia. Mayoritas parts pun masih orisinal. Makin menjadi idaman.

Ayahanda Arie patut diacungi jempol untuk dedikasinya merawat kendaraan kesehariannya. Pada tahun 2021 ini, secara keseluruhan motor masih terlihat kinclong.

Lampu-lampu berfungsi semua, termasuk lampu senja bersebelahan lampu sein pun tetap normal. Khasnya motor lawas lampu Astrea Prima ini akan lebih terang jika digas dari posisi idle-nya. Terlebih lagi dengan desain yang mengotak meningkatkan kesan retro yang kental.

Dibalik mika speedometer yang buram karena usia, motor ini baru menempuh jarak 29.029km sepanjang hidupnya. Arie menjelaskan bahwa ayahnya enggan membawa motor itu pergi jauh.

Jok masih asli pabrikan meski sudah mulai "licin" akibat pemakaian. Spion pun masih orisinal dengan logo Honda lawas yang sudah tidak ditemukan pada motor-motor buatan Honda saat ini.

Stiker-stiker dan emblem pun masih terlihat di seluruh bodi motor, seperti stiker samping, logo Astrea Prima, emblem econo power dan logo CDI 4 cycle yang sayangnya sedikit lecet karena usia.

Hebatnya, untuk motor tahun 90an Honda Astrea Prima sudah menggunakan electric starter. Fitur tersebut sangat jarang ditemukan pada motor di kelasnya maupun generasinya.

Fitur Keselamatan

Pada eranya, fitur keselamatan standar masih terbilang sangat sederhana. Tapi, khusus Astrea Prima sudah lebih dari cukup dibandingkan motor lain pada generasinya.

Suspensi depannya sudah teleskopik yang menghilangkan rasa mengangkat saat mengerem. Teknologi ini pertama kali ditanamkan Pada seri Astrea Prima, karena sebelumnya seperti pada Astrea Star, masih memakai model lengan ayun.

Terlebih lagi suspensi belakang bisa disetel menurut keingingan dan kebutuhan pemilik. Fitur yang hilang pada mayoritas motor modern saat ini. Fitur keselamatan lain adalah klakson lawas dengan bunyi khas motor tahun 90an. Di eranya, rem tromol masih banyak dipakai. Pun kecepatannya nggak seperti sekarang. Jadi lumrah.

Perawatan

Bicara soal perawatan, pemakaian motor hanya sebatas ringan-ringan saja.

Keluar kota pun tidak pernah. Arie menjelaskan bahwa menggunakan motor pasti lelah, jadi keluarganya lebih memilih kendaraan umum untuk perjalanan jauh.

Agar selalu prima seperti namanya, Ari rajin membawanya servis ke bengkel Astra Honda Cilandak KKo. Menurut Arie, bengkel tersebut memiliki montir ahli untuk menangani motor klasik. Tak heran di sana banyak ditemui motor-motor lawas yang masih terlihat menawan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)