Mesin
Meski bestatus Completely Knocked Down (CKD), mesin Astrea Prima masih diimpor dari Jepang. Kualitasnya pasti beda, terlebih harus diimbangi dengan bahan bakar beroktan tinggi.
Dapur pacu Honda Astrea Prima berkapasitas 95cc dengan semburan tenaga 8.7hp. Untuk pengapian mesin, motor itu menggunakan CDI. Sistem pendinginannya memakai udara.
Mesin ini tergolong sangat irit berkat teknologi econo power. Dengan bensin Pertamax, Arie cukup mengisi Rp 20 ribu saja. Berhubung pemakaian motor cukup ringan, konsumsi BBM ada di kisaran 1:50 sampai 1:60.
Ditambah dengan sistem pembakaran mesin empat tak, motor ini ngak bikin pusing soal oli samping. Suranya juga halus, tak harus meraung-raung. Tapi pastinya tidak akan bisa sehalus mesin full injeksi modern.
Saat ditanya kenapa tidak servis di bengkel terdekat, dia menjelaskan prinsip Ayahnya yang patuh pada standar dari pabrikan. Maksimal, paling Arie hanya mengganti ban saja karena versi orisinalnya sulit ditemukan.
"Usahakan barang tersebut adalah orisinil dan kalau diservis itu memang sesuai dengan pabrikannya, kalau tidak sesuai pabrikannya mungkin sekedar ganti ban aja tidak apa-apa. Selain itu lebih baik sesuai (standar) pabrikan," jelasnya.
Bukannya tidak percaya pada brand lain, hanya saja Honda tentu sudah meluangkan banyak dana dan waktu untuk riset standar motor tersebut, mulai dari servis atau pun spare parts-nya. Jadi kualitas bangunnya pasti terjaga.
"Kalau kamu beli barang, pabrikan sudah melakukan riset, kalau kamu apa-apain malah rusak sendiri, kalau servis mending di tempat yang benar," ucap Arie.
Untuk biaya servis berkala (ganti oli enam bulan sekali) tidak sampai Rp 100 ribu termasuk jasanya. Namun untuk servis besar seperti ganti busi dan lainnya membutuhkan dana lebih banyak.
Pajak motor tergolong murah, per tahunnya hanya membayar Rp 94.000. Sebagai komparasi Honda Vario 125 tahun 2011 dikenakan pajak Rp 225.500 setiap tahunnya.
Meski kondisi motor tetap istimewa, spare parts-nya pun punya usia.
Honda Astrea Prima Penuh Kesan
Selayaknya kendaraan harian banyak orang, hal yang membedakan satu motor dengan yang lain terletak pada kenangan dan cerita masa lalunya bersama motor tersebut.
Arie sendiri masih ingat betul dengan pengalaman pribadinya ketika sedang bersama motor kesayanagannya itu.
Usai halal bihalal di tempat saudaranya, keluarga Arie terjebak macet total. Karena tidak ada ruang untuk bergerak, motor itu pun diangkat ke trotoar dan didorong.
Kisah lain mencakup ketika ia pertama kali belajar naik motor bersama ibunya dan masa kecilnya saat berangkat ke gereja bertiga.
Tidak Dijual
Di tahun 2021, harga Astrea Prima sudah cukup tinggi. Lalu apakah Arie berencana untuk menjual motor klasik itu?
Arie bersikeras tidak akan menjual motor tersebut. Baginya, Honda Astrea Prima itu adalah harta yang tak tergantikan karena berisi berjuta kenangan serta kisah masa lalu dengan ayahnya.
"Tidak akan dijual, melihat motor ini langsung teringat masa-masa bersama Ayah dulu," tuturnya.
Meski demikian, Arie kerap mendapat pertanyaan apabila ia hendak menjual Honda Astrea Primanya. Berikut adalah yang paling berkesan menurutnya.
Source:
Otosia.com