Ketika Kampus Masuk Dapur MBG

Oleh: Siti Aminah, S.Pd
datariau.com
2.538 view
Ketika Kampus Masuk Dapur MBG
Ilustrasi. (Foto: OpenAI)

Pada akhirnya, persoalan ini bukan sekadar tentang program makan gratis, melainkan tentang bagaimana kekuasaan dijalankan. Dalam pandangan Islam, kekuasaan adalah amanah. Pemimpin tidak hanya ditanya apakah ia memberi kepada rakyat, tetapi juga apakah ia jujur, adil, dan tetap membuka ruang kebenaran.

Sebab membungkam kritik, bahkan melalui cara halus seperti distribusi kepentingan, pada hakikatnya adalah menutup jalan perbaikan. Dan ketika jalan perbaikan mulai tertutup, kerusakan tidak lagi sekadar mungkin terjadi, tetapi perlahan dipelihara.

Memberi makan rakyat tentu tindakan mulia. Namun kemuliaan itu harus berjalan bersama keberanian menjaga independensi, kejujuran tata kelola, dan keterbukaan terhadap kritik. Karena bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang mampu memberi ikan, tetapi bangsa yang memastikan rakyatnya memiliki kail dan tetap berani bersuara ketika kebenaran mulai terkubur.***

Baca juga:MBG, Fokus Kebijakan Bermasalah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)