Generasi Muda Terjebak Job Hugging, Warisan Pahit Kapitalisme Global

Oleh: Vivi Nurwida
datariau.com
1.877 view
Generasi Muda Terjebak Job Hugging, Warisan Pahit Kapitalisme Global
Ilustrasi. (Foto: int)

Perspektif Islam sebagai Jalan Keluar


Fenomena job hugging mencerminkan betapa rapuhnya sistem kapitalisme dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, Islam menawarkan solusi yang menempatkan negara sebagai penanggung jawab utama dalam menyediakan pekerjaan. Hal ini dapat dapat dilakukan dengan mekanisme:

Pertama, negara wajib menjamin lapangan kerja yang layak. Dalam syariat Islam, pemimpin adalah pengurus rakyat. Negara harus aktif mengelola sumber daya alam, membangun industri, dan menciptakan distribusi kerja yang adil. Dalam Muqaddimah Dustur Pasal 153 ditegaskan: “Negara wajib menyediakan lapangan kerja bagi seluruh warga negara, sehingga setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya sesuai syariat.”

Kedua, Islam memberikan jalan dengan konsep ihyā’ al-mawāt (menghidupkan tanah mati). Negara bisa membagikan lahan produktif kepada rakyat, melengkapi dengan sarana, modal, dan keterampilan. Dengan cara ini, rakyat tidak sekadar bergantung pada perusahaan, melainkan mampu mandiri.

Ketiga, pendidikan dalam Islam mengintegrasikan kompetensi dan ruh iman. Seorang Muslim bekerja bukan sekadar untuk gaji, melainkan sebagai ibadah kepada Allah. Motivasi ini membuat pekerjaan memiliki makna spiritual, sehingga pilihan bertahan tidak lahir dari ketakutan, tetapi dari keyakinan akan nilai ibadah.

Keempat, negara Islam melayani rakyat dengan dorongan ibadah. Kebijakan ekonomi, pendidikan, dan tenaga kerja tidak diarahkan untuk melayani kepentingan kapitalis, tetapi semata-mata demi kemaslahatan rakyat. Negara hadir sebagai pelindung nyata, memastikan generasi muda tidak terjebak dalam rasa aman semu.

Dengan mekanisme dalam sistem Islam, rakyat tidak lagi terjebak dalam dilema job hugging, sebab negara benar-benar memastikan mereka memiliki peluang bekerja yang halal dan layak.

Warisan Manis Islam


Job hugging adalah gejala nyata dari krisis yang diwariskan kapitalisme global. Generasi muda kini harus menanggung warisan pahit berupa dilema bekerja tanpa motivasi atau menganggur tanpa kepastian. Bukan sekadar pilihan personal, fenomena ini merupakan akibat dari sistem yang melepaskan tanggung jawab dan mengabaikan kesejahteraan rakyat.

Islam menghadirkan jalan keluar yang berbeda. Dengan menempatkan negara sebagai penanggung jawab, mengelola sumber daya secara adil, serta membingkai pendidikan dan pekerjaan dengan ruh iman, generasi muda akan menemukan pekerjaan yang bukan sekadar tempat bertahan, tetapi juga sarana ibadah dan kontribusi nyata bagi umat.

Saat kapitalisme hanya mewariskan pahit getir, Islam menawarkan warisan manis berupa kepastian, keadilan, dan keberkahan. Generasi muda pun layak menatap masa depan tanpa terjebak job hugging, melainkan dengan optimisme, keberanian, dan tujuan hidup yang lebih luhur. Saatnya berani berjuang menegakkan sistem Islam yang menjamin pekerjaan, kemuliaan, dan keberkahan hidup. Wallahu a'lam bisshowab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)