Antara Rahim Kehidupan dan Ekploitasi Keuntungan, Siapa yang Menentukan Jalan Perempuan?

Oleh : Ita Harmi
datariau.com
2.090 view
Antara Rahim Kehidupan dan Ekploitasi Keuntungan, Siapa yang Menentukan Jalan Perempuan?

Demikian juga dalam hal kontrak kerja. Islam telah mengaturnya dengan jelas sebelum manusia membuat aturan sendiri seperti saat ini dan berujung pada kedzaliman. Standar gaji pekerja adalah manfaat jasa yang didapatkan oleh pemberi kerja. Maka semakin besar manfaat yang didapatkan pemberi kerja, semakin besar pula upah yang didapatkan pekerja. Bahkan Rasulullah saw berpesan dalam haditsnya untuk memberikan upah pekerja sebelum keringatnya kering. Dalam arti lain, upah pekerja harus cepat ditunaikan pemberi kerja dan seimbang dengan jasa yang telah diberikan pekerja. Bila terjadi ketimpangan, maka ada qadhi (hakim) yang akan menyelesaikan sengkarut permasalahannya sesuai hukum syariat Islam.

Begitu dimuliakannya perempuan dalam Islam. Marwah dan izzahnya terjaga saat ia tunduk kepada Ilahi bersama fitrahnya. Namun di tangan kapitalisme, ia dijadikan objek cuan setiap jengkal tubuhnya hingga tenaganya. Kapitalisme memang men-setting para perempuan untuk melupakan kewajiban domestiknya atas nama kesetaraan gender.

Kemiskinan yang berujung eksploitasi adalah kedzaliman. Dan kedzaliman adalah musuh Islam. Karena itulah, Islam tampil untuk memberantas semua kedzaliman yang ada. Termasuk kedzaliman eksploitasi perempuan. Apapun itu, kodratnya perempuan adalah penjaga rumahnya. Meski status hukumnya perempuan bekerja di luar rumah adalah mubah, namun kemubahan tersebut tidaklah serta merta menghapus kewajibannya sebagai ummu warobbatul bait dan madrasatul ula bagi keluarganya di rumah.

Lalu nikmat Tuhanmu yang manalagi yang engkau dustakan? Masihkah mau bertahan dengan sistem kehidupan yang rusak dan merusak seperti saat ini? Hukum siapakah yang lebih baik selain hukum Allah bagi orang-orang yang mau berpikir? Demikian pertanyaan Allah dalam alqur'an. Pertanyaan yang bukan untuk dijawab, namun penting untuk direnungkan.

Wallahu a'lam bishowab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)