PEKANBARU, datariau.com - Baru saja lampu merah menyala di trafick light persimpangan SKA Pekanbaru, para anak jalanan bergegas menyerbu mobil mewah yang menunggu lampu hijau dan langsung membersihkan kaca mobil dari debu.
Tanpa diminta, para anak jalanan ini membersihkan seluruh bagian kaca mobil dari debu, meskipun ada beberapa mobil tidak terlalu begitu kotor tetap juga digosok-gosokkan kemoceng pembersih untuk menghilangkan debu.
Kondsi ini sangat mengkhawatirkan bagi pengendara, karena peristiwa ini tidak hanya ada di persimpangan SKA, melainkan hampir di setiap persimpangan jalan para anak jalanan ini ada.
Setelah selesai menyapu kaca mobil dengan kemocengnya, anak jalanan yang tampak rata-rata masih anak usia sekolah ini kemudian menengadahkan tangannya kepada pengendara dari luar kaca seakan meminta bayaran atas jasanya membersihkan kaca tersebut. Padahal tidak diminta dan bahkan apa yang dilakukan anak jalanan ini membuat pengendara risih.
"Mau tidak mau terpaksa kita kasih. Karena kata teman saya, mobilnya ditemukan tergores panjang usai tidak memberikan uang kepada anak jalanan ini. Diduga dilakukan para anak jalanan yang tidak senang karena sudah membersihkan kaca namun tidak dibayar," kata Jordi, warga Kota Pekanbaru saat berbincang dengan datariau.com, Ahad (18/9/2016).
Mengecewakan lagi, saat di persimpangan SKA suadah "ditodong" anak jalanan, sampai di persimpangan depan Pasar Pagi Arengka dirinya diserbu anak jalanan lagi dan kaca mobilnya kembali dilambai-lambaikan kemoceng dan dimintai uang lagi.
"Bahkan kalau dikasih sedikit, mobil kita tetap digores, itu pengakuan beberapa teman yang sudah menjadi korban. Ini harus ditertibkan," harap Jordi.
Selain anak jalanan yang membersihkan kaca, juga ada kebiasaan saat trafick light padam, para anak jalanan ini akan membantu menertibkan arus lalu lintas. Beberapa anak akan membimbing satu mobil untuk bisa melintas dengan baik di persimpangan yang lampu rambunya padam, kemudian meminta uang kepada pengendara yang sudah dibantu.
"Padahal tanpa dibantu pun kita tetap bisa lewat, mereka hanya memanfaatkan situasi ini," keluh Jordi lagi.
Hal serupa ternyata juga dirasakan Anwar, salah seorang PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Dia sangat berharap Satpol PP segera melaksanakan penertiban terhadap anak jalanan yang sangat meresahkan ini.
"Setiap sore jumlah mereka semakin banyak, pakai kemoceng membersihkan kaca mobil kita, kalau tidak dikasih saya juga khawatir mobil kita digores," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Satpol PP Pekanbaru berjanji segera akan segera menertibkan anak jalanan yang kini banyak berada di persimpangan lampu merah dengan modus membersihkan kaca mobil atau juga mengatur lalu lintas di saat lampu merah padam.
"Untuk penertiban anak jalanan masih menjadi target Satpol PP Pekanbaru, apalagi bila keberadaannya sudah dikeluhkan oleh semua pengguna jalan yang melintas di ruas jalan tersebut," kata Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian.
Dirinya juga sudah banyak menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan anak jalanan terutama di lampu merah Pasar Pagi Arengka dan persimpangan Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.
"Ini sekarang sudah seperti Jakarta dibuat mereka, sebelumnya anak jalanan yang ada hanya menjual koran atau mengemis," pungkasnya.