Dua Pria Ditangkap TNI Karena Kibarkan Bendera ISIS

2.411 view
Dua Pria Ditangkap TNI Karena Kibarkan Bendera ISIS
Dua orang yang mengibarkan bendera ISIS ditangkap. (foto: fran manurung)
KISARAN, datariau.com - Hendra Syahputra alias Abdurrahman Rimba (22) dan Buntu (60) keduanya warga lingkungan VII Kelurahan Mutiara Kisaran ditangkap satuan intel Kodim 0208/Asahan, Jumat (16/10/2015) malam.

Keduanya ditangkap di jalan Sumantri Kisaran karena diduga menjadi jaringan ISIS. Keduanya ditangkap saat mengibarkan bendera sambil menaiki sepeda motor, mereka langsung disergap tanpa ada perlawanan. Dari tangan keduanya petugas mengamankan sebuah bendera bertuliskan huruf arab dan buku-buku agama tentang jihad.

Informasi yang dihimpun Data Riau menyebutkan, Rimba dan Buntu memang termasuk berani mengibarkan bendera bertuliskan huruf arab dengan cara mengendarai sepeda motor keliling jalan Mutiara. Warga yang melihat perbuatan keduanya curiga dan melaporkannya kepada aparat TNI Kodim 0208/Asahan untuk melakukan pengintaian.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya keduanya langsung ditangkap warga bersama aparat TNI. Dan keduanya langsung dibawa ke Makodim 0208/Asahan untuk dimintai keterangan.

Kepada petugas, Rimba pria lajang berstatus pengangguran ini mengaku dirinya lebih kurang 1 tahun belajar agama dari Jawa. Kegiatan serupa sudah dilakukannya guna penyebaran yang diduga jaringan ISIS di beberapa daerah seperti Aceh hingga Pekannaru.

Untuk merekrut pengikutnya, Rimba menggandeng orang-orang yang siap mati berjihad yang katanya membela islam. Sementara untuk pembuatan bendera, Rimba mengaku membuatnya sendiri dan ditempahnya di daerah Sentang Kecamatan Kisaran Timur.

"Aku sempat belajar agama di Jawa, setelah itu pulang kemari dan mengembangkan perjuangan jihad melalui buku. Karena niat saya mau jihad di jalan Allah untuk membasmi orang-orang kafir," ucap Rimba yang tampak begitu fasih berbicara seperti tanpa beban.

Sementara, Buntu seorang kakek yang hanya bekerja kesehariannya mencari rumput untuk makanan ternak ini mengaku kalau dirinya diajak Rimba bergabung dan sama sekali tidak mengetahui tujuannya. Karena sang kakek berpikir kalau dirinya diajak untuk mendalami ilmu agama islam.

"Saya sama sekali tidak tahu kalau ini melanggar hukum, pikiran saya hanya belajar ilmu agama islam," tukas Buntu lemas.

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Enjang dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan pihaknya masih melakukan pemeriksaan guna keperluan penyelidikan bekerjasama dengan Polres Asahan.

"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya dan untuk mengembangkan kasus ini kita akan bekerjasama dengan pihak kepolisian," ujar Enjang. (fran)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)