Polisi Masih Kesulitan Ungkap Pelaku Pemerkosaan Siswi SDLBN di Inhu

datariau.com
2.049 view
Polisi Masih Kesulitan Ungkap Pelaku Pemerkosaan Siswi SDLBN di Inhu
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Tidak lama lagi, Siswi SDLBN Sekar Mawar yang hamil 8 bulan akan melahirkan, namun sampai saat ini Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Inhu maupun kepolisian belum mampu mengungkap siapa ayah dari jabang bayi itu.

Vici, Psikolog P2TP2A Kabupaten Inhu saat dikonfirmasi datariau.com menjelaskan, untuk kasus asusila yang menimpa siswi SDLB sudah diserahkan ke Polsek Pasir Penyu untuk menindaklanjuti, P2TP2A sementara hanya sebatas itu mendampingi kasus tersebut.

"Kita kemarin turun ke lapangan dikarena korban tidak mau dijumpai, namun setelah kita datang korban maupun keluarga korban sudah melaporkan kepada Polsek Pasir Penyu," ungkapnya, Selasa (18/4/2017).

Karena kondisi korban yang mengalami keterbelakangan mental, maka siapa pelaku yang telah menghamili bocah malang itu pun sulit diketahui.  "Memang sampai saat ini belum bisa diketahui secara pasti siapa pelaku sebenarnya, karena pernyatan korban masih simpang siur," pugnkas Vici.

Sementara itu, Kapolsek Pasir Penyu Kompol Dwi Kormal melalui Panit 1 Reskrim Polsek Pasir Penyu Yusmar SH mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari pihak keluarganya.

"Mengenai pelaku, kita belum bisa menetapkan apalagi menahan, karena keterangan korban selalu berbeda-beda," katanya.

"Menurut keterangan korban, pernah dilakukan di sekolah dengan siswa SMPLB dan ada juga dilakukan di dalam semak-semak dekat rumahnya, dari keterangan korban belum bisa untuk dijadikan pedoman menetapkan tersangka maupun menahan pelaku," terang Yusmar.

Disinggung berapa orang pelaku, kepolisian juga belum bisa menyimpulkan. "Tapi dari keterangan korban, ada tiga orang yang disebut sebagai pelaku dan itu pun tidak bisa untuk pedoman, karena keterang ketiga pelaku yang disebut korban berbeda-beda," pungkasnya.

Menyikapi hal ini, tokoh masyarakat Kelurahan Tanah Merah, Dedi berharap pihak kepolisian dan P2TP2A dapat serius menangani kasus pencabulan yang menimpa siswi SDLBN ini.

"Kasus pencabulan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, kasihan kita melihat anak yang keterbelakangan mental harus mengalami hal seperti itu. Sekali lagi atas nama masyarakat kita minta kepolisian dan P2TP2A Inhu dapat lebih serius dalam menangani kasus pencabulan siswi SDLB yang masih dibawa umur ini," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)