Salat Jumat Menjadi Sia-sia Karena Main Handphone Saat Mendengarkan Khutbah

datariau.com
149 view
Salat Jumat Menjadi Sia-sia Karena Main Handphone Saat Mendengarkan Khutbah

DATARIAU.COM - Hari Jumat adalah hari yang mulia dalam Islam. Di dalamnya terdapat ibadah agung berupa Salat Jumat yang disertai khutbah. Banyak kaum muslimin datang ke masjid, namun sayangnya sebagian justru sibuk membuka handphone saat khutbah berlangsung, membalas chat, bermain media sosial, melihat video, bahkan bermain gim.

Padahal, mendengarkan khutbah dengan khusyuk merupakan bagian penting dari ibadah Jumat. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras terhadap siapa saja yang melakukan hal sia-sia ketika khutbah berlangsung. Bahkan menegur jama'ah lainnya saat khutbah berlangsung, maka menjadikan perbuatan yang sia-sia.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika engkau berkata kepada temanmu, ‘Diamlah!’ pada hari Jumat sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa bahkan mengucapkan kalimat baik seperti “diamlah” saja sudah termasuk laghwun (perbuatan sia-sia) ketika khutbah berlangsung. Maka aktivitas yang lebih melalaikan tentu lebih terlarang lagi.

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa bermain kerikil, maka ia telah berbuat sia-sia.” Pada zaman Nabi ﷺ, sebagian orang memainkan kerikil di lantai masjid saat khutbah. Perbuatan kecil itu saja ditegur oleh Rasulullah ﷺ karena mengganggu konsentrasi mendengarkan khutbah. Maka di zaman sekarang bermain handphone saat khutbah hukumnya tidak boleh karena termasuk aktivitas yang melalaikan dari mendengarkan khutbah.

Para ulama menjelaskan bahwa tujuan larangan tersebut adalah menjaga kekhusyukan dan perhatian terhadap nasihat khatib. Jika memainkan kerikil saja dilarang, maka memainkan handphone yang jauh lebih menyita perhatian tentu lebih layak untuk diharamkan.

Hari ini, handphone bukan sekadar benda kecil. Di dalamnya ada media sosial, video, notifikasi, permainan, dan percakapan yang dapat memalingkan hati sepenuhnya dari khutbah. Karena itu, orang yang sibuk dengan HP saat khutbah dikhawatirkan kehilangan keutamaan dan kesempurnaan pahala Jumatnya.

Baca juga:Hukum Shalat Jum’at bagi Wanita


Apakah Salat Jumatnya Batal


Para ulama menjelaskan bahwa bermain handphone saat khutbah tidak membatalkan salat Jumat secara fikih, namun menghilangkan pahala dan kesempurnaan ibadah Jumat.

Dalam riwayat Abu Darda’, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika engkau mendengar imam berbicara, maka diamlah sampai selesai.”

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa larangan berbicara dan melakukan kesia-siaan saat khutbah menunjukkan wajibnya mendengarkan khutbah bagi jamaah.

Jadi, orang yang bermain HP memang tetap sah salat Jumatnya insyaAllah, tetapi ia terjatuh dalam perbuatan laghwun yang mengurangi bahkan menghilangkan pahala sempurna Jumatnya.

Baca juga: Belum Banyak yang Tahu, Ternyata Hari Jumat Begitu Istimewa


Bentuk-bentuk Main HP yang Termasuk Laghwun


Beberapa aktivitas yang termasuk perbuatan sia-sia saat khutbah yakni membuka media sosial, membalas chat WhatsApp, bermain game, scroll TikTok atau Instagram, membaca berita tanpa kebutuhan mendesak, memotret atau merekam khutbah tanpa kebutuhan, bermain kamera selfie, dan memakai earphone sambil mendengarkan hal lain. Bahkan sekadar sibuk mengatur handphone tanpa kebutuhan penting termasuk hal yang dibenci ketika khutbah berlangsung.

Kapan Boleh Menggunakan Handphone?


Ulama membolehkan penggunaan HP sebelum khatib mulai berkhutbah atau di sela dua khutbah untuk kebutuhan tertentu. Misalnya mematikan nada dering, mengaktifkan mode senyap, menyiapkan rekaman sebelum khutbah dimulai. Namun ketika khatib telah berbicara, kewajiban jamaah adalah diam dan fokus mendengarkan.

Baca juga:Hukum Khatib Pegang Tongkat Saat Khutbah Jumat


Hikmah Larangan Bermain HP Saat Khutbah


1. Menjaga Kehormatan Syiar Jumat

Khutbah adalah nasihat agama yang seharusnya didengar dengan penuh perhatian.

2. Melatih Kekhusyukan

Islam mengajarkan adab dalam ibadah. Diam dan mendengarkan khutbah termasuk bentuk pengagungan kepada Allah.

3. Agar Hati Mendapat Hidayah

Banyak orang datang Jumat hanya secara fisik, tetapi hatinya sibuk dengan dunia. Padahal bisa jadi satu kalimat khutbah menjadi sebab hidayah dan perubahan hidup seseorang.

Allah Ta’ala berfirman: “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)

Baca juga:Shalat Jumat Batal Karena Tidur Saat Mendengar Khutbah?


Nasihat untuk Kaum Muslimin


Sebelum khutbah dimulai, silent-kan handphone, simpan HP di saku atau tas, duduk dekat imam agar lebih fokus, dan niatkan datang Jumat untuk mencari pahala dan ilmu. Jangan sampai setiap pekan kita hadir ke masjid, tetapi pulang tanpa pahala sempurna karena sibuk dengan layar kecil di tangan.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa perkara sia-sia saat khutbah dapat menghapus keutamaan Jumat. Maka seorang muslim yang mengharapkan ampunan Allah hendaknya menjaga adab ketika khutbah berlangsung.***

Baca juga:Untukmu Khotib Jumat, Sunnah Isyarat Jari Telunjuk Ketika Berdoa


Referensi:


- Muslim.or.id - Adab Mendengar Khutbah Jumat

- Almanhaj.or.id - Berbicara Saat Khatib Sedang Berkhutbah

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)