KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter generasi muda, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi edukatif di sejumlah sekolah di Kelurahan Pasar Baru Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kegiatan tersebut digelar di SDIT Riyadhus Sholihin, MTs Baserah, dan MA Gerbang Sari Baserah dengan mengangkat tiga tema utama, yakni Anti Bullying, Gemar Menabung, dan Bijak Bermedia Sosial. Ketiga materi dipilih karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang semakin pesat.
Program ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus membangun karakter siswa agar mampu bersikap positif, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.
Baca juga:Sulap Minyak Jelantah Jadi Bernilai, Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Ibu PKK Desa Sei Lembu Makmur Membuat Lilin Aromaterapi
Pada sesi sosialisasi Anti Bullying, mahasiswa KUKERTA menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak buruk bullying terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya menciptakan budaya saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama.
Mahasiswa mengajak para siswa untuk berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang tua apabila menemui atau mengalami bullying. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif dapat terus terwujud.
Selanjutnya, melalui materi Gemar Menabung, mahasiswa mengedukasi peserta mengenai pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini. Siswa diajak memahami bahwa menabung bukan hanya sekadar menyimpan uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan merencanakan kebutuhan di masa depan.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga di Desa Senderak
Mahasiswa memberikan contoh sederhana bagaimana menyisihkan sebagian uang saku secara rutin sehingga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan maupun mewujudkan cita-cita di kemudian hari. Edukasi ini diharapkan mampu menanamkan budaya hidup hemat dan bijak dalam mengelola keuangan sejak dini.
Sementara itu, pada materi Bijak Bermedia Sosial, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Siswa diedukasi tentang etika berkomunikasi di dunia maya, menjaga jejak digital, serta pentingnya berpikir kritis sebelum membagikan informasi.
Selain itu, peserta juga diajak mengenali ciri-ciri informasi palsu atau hoaks serta memahami dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak bijaksana. Materi ini menjadi bekal penting bagi siswa agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkomunikasi secara positif.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta UNRI 2026 Gelar Workshop Ketahanan Pangan Mandiri, Kenalkan
Budidaya Azolla dan POC Sabut Kelapa di Tembilahan Hulu
Agar penyampaian materi lebih menarik, kegiatan dikemas secara interaktif melalui presentasi, permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga sesi tanya jawab. Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan, di mana mereka aktif menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan berbagi pengalaman yang berkaitan dengan materi yang disampaikan.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, mahasiswa berharap pesan-pesan edukatif dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh para peserta dalam kehidupan sehari-hari.