Temuan Fakta Baru Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur, Ada Peradangan di Vagina dan Dubur Korban

Kakak Indra Purnama
49 view
Temuan Fakta Baru Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur, Ada Peradangan di Vagina dan Dubur Korban
Gambar: Internet

DATARIAU.COM - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengungkapkan fakta baru kasus dugaan pencabulan ayah terhadap ketiga anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ditemukan fakta bahwa adanya peradangan di bagian vagina dan dubur korban.

Hal itu didapat berdasarkan hasil interview tim Asistensi dan Supervisi Polri terhadap dokter Imelda. Ia merupakan dokter spesialis anak di Rumah Sakit Sorowako yang sempat memeriksa ketiga korban pada 31 Oktober 2019 lalu.

"Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021, dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur. Sehingga, ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," kata Rusdi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (12/10/2021).

Menurut Rusdi, dokter Imelda juga sebelumnya telah menyarankan ketiga korban agar diperiksa lebih lanjut ke dokter spesialis kandungan. Hal ini bertujuan untuk memberi kepastian terhadap kasus ini.

"Maka tim supervisi minta para korban untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis kandungan, di mana pemeriksaan tersebut tentunya didampingi oleh ibu korban dan juga pengacara dari LBH Makassar," tutur Rusdi.

Menurut Rusdi, ibu korban sebelumnya sepakat untuk memeriksa ketiga anaknya ke dokter spesialis kandungan di RS Sorowako. Tetapi, belakangan ini yang bersangkutan membatalkan kesepakatan tersebut.

"Pada tanggal 12 Oktober 2021, sekarang ini, kesepakatan tersebut dibatalkan oleh ibu korban dan juga pengacaranya dengan alasan anak takut trauma," katanya.

Sebelumnya, Polri membantah hanya menunggu adanya bukti baru atau novum. Mereka mengaku turut aktif mencari bukti baru dalam mengungkap tuntas kasus pencabulan ini.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menuturkan pihaknya akan terus melanjutkan proses hukum kasus pencabulan ini setelah ditemukan adanya bukti baru.

"Jadi kami tidak hanya menunggu. Tapi Polresta Luwu Timur dan Polda Sulsel juga bekerja secara aktif untuk mengungkap kasus ini," kata Ramadhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/10/2021).