PEKANBARU, datariau.com - Komunitas Barisan Sigra Calya (Basic) Chapter Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Provinsi Riau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke Dinas Pariwisata Provinsi Riau di Jalan Datuk Wan Abdul Jamal, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi komunitas otomotif ini untuk membangun komunikasi sekaligus membuka peluang kolaborasi bersama pemerintah dalam mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada di Riau, khususnya Kota Pekanbaru.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau H Tekad Parbatas Setia Dewa ST MT, Ketua Basic Regional Riau Dayat, Ketua Basic Chapter Pekanbaru Denni France, Ketua Bidang Sosial Dopi, serta Penasehat Basic Pekanbaru Bisman.
Baca juga:BASIC Pekanbaru Gelar Kopdar di Rumah Tuan Kadi, Perkuat Silaturahmi Sambil Dukung Wisata Cagar Budaya
Ketua Basic Chapter Pekanbaru, Denni France, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen komunitas untuk terus konsisten memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata di Riau.
Menurutnya, silaturahmi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Riau menjadi langkah awal yang positif untuk membangun sinergi antara komunitas otomotif dengan pemerintah.
“Tentu kunjungan silaturahmi ini menjadi awal yang baik dan semangat bagi kami ke depannya, bagaimana Basic bisa berkolaborasi memberikan dampak positif terhadap pariwisata yang ada di Riau,” ujar Denni.
Baca juga:Denni France Resmi Pimpin BASIC Chapter Pekanbaru, Siap Bawa Komunitas Lebih Solid dan Berdampak Positif untuk Masyarakat Luas
Ia menjelaskan, keberadaan komunitas Basic tidak hanya menjadi wadah bagi para pecinta otomotif untuk bertukar pikiran dan menjalin persaudaraan. Lebih dari itu, komunitas juga berupaya memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah maupun masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kegiatan yang memiliki dampak positif.
“Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu mempromosikan pariwisata. Sebelumnya kita juga sudah melaksanakan Kopi Darat (Kopdar) di Rumah Tuan Kadi. Sekarang kami ingin mengagendakan tour Basic ke salah satu destinasi wisata yang ada di Riau. Maka dari itu, kami bersilaturahmi dengan Dinas Pariwisata,” jelasnya.
Denni menilai komunitas otomotif memiliki ruang yang cukup besar untuk ikut memperkenalkan destinasi wisata daerah. Kegiatan touring, gathering maupun agenda komunitas dapat dikemas sekaligus sebagai sarana promosi destinasi wisata, kuliner, budaya dan produk ekonomi kreatif daerah.
Baca juga:BASIC Riau dan Astra Daihatsu Sudirman Perkuat Silaturahmi Lewat "Piala Dunia 2026"
Karena itu, Basic Chapter Pekanbaru berharap ke depan dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun citra positif daerah serta memberikan kontribusi bagi perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, abang Tekad, yang sudah menerima kami untuk bersilaturahmi dan membahas bagaimana komunitas Basic dan Dinas Pariwisata bisa berkolaborasi untuk memajukan pariwisata yang ada di Riau,” ungkap Denni.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau H Tekad Parbatas Setia Dewa menyambut baik kunjungan dan gagasan yang disampaikan komunitas Basic Chapter Pekanbaru.
Ia menilai keinginan komunitas otomotif untuk ikut memikirkan dan mendukung kemajuan pariwisata Riau merupakan sinyal positif bagi pemerintah daerah.
“Tentu ini menjadi sinyal yang baik buat kami, di mana sebuah komunitas mobil punya rasa keinginan atau memberikan pemikirannya agar bagaimana wisata di Riau bisa maju,” kata Tekad.
Baca juga:Batik Riau Bersinar di Event Fashion Fest International Session 9, Kuala Lumpur dan Malaysia
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata. Dukungan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai elemen lainnya sangat dibutuhkan agar potensi wisata Riau dapat semakin dikenal luas.
Tekad menyebut komunitas otomotif memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memperkenalkan potensi wisata daerah. Melalui kegiatan touring, jambore maupun berbagai event otomotif, komunitas dapat membawa anggotanya mengunjungi berbagai destinasi sekaligus mengenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Komunitas otomotif memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah melalui berbagai kegiatan touring, jambore, maupun event otomotif yang mampu memperkenalkan keindahan alam, budaya, kuliner, dan produk lokal Provinsi Riau kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Baca juga:"Ponot" Air Terjun Tertinggi di Indonesia Menjadi Pesona Alam yang Indah di Asahan Sumatera Utara
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata menyambut baik keberadaan komunitas-komunitas kreatif yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas, menurutnya, dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Riau. Selain meningkatkan popularitas destinasi, promosi yang dilakukan secara bersama-sama juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan serta memberikan dampak terhadap sektor ekonomi kreatif dan usaha masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata menyambut baik keberadaan komunitas-komunitas kreatif yang mampu menjadi bagian dari penggerak promosi daerah,” tuturnya.
“Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas diyakini dapat memperluas jangkauan promosi destinasi wisata, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan Provinsi Riau,” pungkas Tekad.
Pertemuan antara Basic Chapter Pekanbaru dan Dinas Pariwisata Riau tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kegiatan bersama, termasuk agenda touring komunitas ke sejumlah destinasi wisata di Riau.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa komunitas otomotif tidak hanya berperan sebagai wadah berkumpulnya para pencinta kendaraan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.***