Sepanjang 2021, 137 Buron Ditangkap

Ruslan
1.064 view
Sepanjang 2021, 137 Buron Ditangkap
Foto: Net

DATARIAU.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah menangkap 137 buron yang masuk dalam pencarian orang sejak Januari hingga Desember 2021. Ke-137 orang itu merupakan tersangka, terpidana, ataupun terdakwa kasus tindak pidana.

"Rinciannya 88 orang perkara tindak pidana Khusus dan 49 orang perkara tindak pidana umum," kata Jaksa Agung dalam keterangan Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Rencana Program Prioritas Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2022, Sabtu, 1 Januari 2022.

Burhanuddin juga menyampaikan, tahun 2021 menjadi momentum bersejarah bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya Kejaksaan Republik Indonesia. Ia mengatakan Kejaksaan Agung melakukan kiprah nyata dalam satu tahun terakhir.

"Yaitu, membentuk Satgas Investasi, Satgas Pemberantasan Mafia Tanah dan Mafia Pelabuhan, dan mendukung Satgas Penanganan hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI),? ujar Burhanuddin.

Burhannudin juga mengatakan selama satu tahun Kejagung berhasil melakukan pengamanan pembangunan strategis terhadap 92 kegiatan dengan pagu sekira Rp162,5 Triliun. Selain itu, penegakan integritas pegawai melalui Satgas 53 dan pelaksanan restorative justice terhadap 346 perkara.

Selama satu tahun Kejaksaan Agung juga melakukan penegakan hukum tindak pidana korupsi yang berorientasi pada kerugian perekonomian negara. Salah satunya menuntut pidana mati terhadap terdakwa korupsi yang telah mengulangi kejahatannya.

Seperti diketahui Terdakwa kasus korupsi PT ASABRI, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung.

Dalam refleksi satu tahun itu, Kejaksaan juga melakukan berbagai langkah strategis menjaga muruah institusi dan penguatan kelembagaan. Antara lain, penyelamatan dan pengembalian kerugian negara yang berhasil dilakukan oleh Pusat Pemulihan Aset sebesar Rp255,5 Miliar.

?Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak juga telah melampaui target yaitu sebesar Rp920 miliar,? ujarnya.

Burhannudin menambahkan sejumlah upaya telah dilakukan guna mengeliminasi ancaman, gangguan, hambatan, tantangan (AGHT) stabilitas keamanan negara, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mulai dari mengumpulkan data terduga teroris sebanyak 395 orang dan 99 organisasi teroris, baik nasional maupun internasional guna membangun bank data intelijen. Kemudian melaksanakan pengamanan investasi dengan total anggaran Rp691 triliun.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)