Ribuan Warga Desa Kuala Sebatu Inhil Masih Terendam Banjir

Izon
1.239 view
Ribuan Warga Desa Kuala Sebatu Inhil Masih Terendam Banjir

TEMBILAHAN, datariau.com - Akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir, puluhan rumah di Desa Kuala Sebatu Kecamatan Batang Tuaka dan Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, terendam banjir.

Kondisi air semakin meningkat pasca satu Minggu terakhir di dua desa itu diguyur hujan lebat, sehingga debit air meningkat dan menggenangi rumah-rumah warga.

Baca juga: Lahan Padi Selalu Direndam Banjir, Petani Desa Kuala Sebatu Inhil Tak Lagi Produktif, DTPHP Janji Segera Survei Lokasi


Kepala Desa Kuala Sebatu Ns Budi Wibowo Skep melalui Sekretaris Desa Kuala Sebatu Amiruddin SPd mengungkapkan, bahwa di Desa Kuala Sebatu sekitar dua ribuan lebih warga yang terdampak banjir.

"Data global yang kita punya dari 4 dusun di Desa Kuala Sebatu sebanyak 2027 yang terdampak banjir, kalau rumah yang terendam kemarin sekitar 7 rumah tapi ini nambah lagi sepertinya," katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp, (29/10/2022).

Baca juga: Luapan Air di Desa Kuala Sebatu Merugikan Orang Banyak, DPRD Inhil Diminta Segera Bertindak


Kendati demikian, katanya lagi, pihaknya sudah mengupayakan permintaan bantuan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Inhil melalui Dinas Sosial agar memberikan bantuan kepada warganya yang terdampak banjir.

"Kita sudah temui Dinsos Inhil dan ajukan proposal untuk warga kita yang terdampak banjir kemarin, mudah-mudahan ada realisasi," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sialang Panjang M Juber mengatakan bahwa, di desa Sialang Panjang ada sekitar puluhan rumah yang terendam.

"Sekitar 25 rumah khususnya yang berada di tepi Sungai, ada yang kaki limanya yang tenggelam ada juga yang dapurnya ikut tenggelam," katanya saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (29/10/2022).

Baca juga: Hasil Rapat DPRD Inhil, Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Penyebab Banjir di Desa Kuala Sebatu


Selain itu, Sekretaris Desa Sialang Panjang Aziz menambahkan bahwa, masyarakat yang terdampak banjir di desa Sialang Panjang kurang lebih ratusan Kartu Keluarga (KK). "Kalau terdampak, 100 KK lebih," tuturnya.

Secara terpisah Kepala Desa Pasir Emas Abdul Rahman mengungkapkan, semua warganya di desa Pasir Emas juga ikut merasakan dampak banjir tersebut.

"Kalau di Pasir Emas, semuanya terdampak, dan saat ini tinggi air yang menggenangi badan jalan sudah hampir selutut orang dewasa," jelasnya.

Baca juga: Terkait Banjir Lahan Sawah Desa Kuala Sebatu dan Desa Pasir Emas Inhil, Perusahaan Diminta Berikan Kontribusi


Untuk diketahui permukiman warga desa Sialang Panjang khususnya di daerah pasar langsung berdampingan dengan sungai Batang Tuaka dan dikenal sering terlihat hewan predator air berkeliaran di sana.

Menanggapi persoalan ini Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Eddiwan Shasby menuturkan masalah banjir tersebut bisa diatasi dengan melibatkan instansi terkait.

"Persoalan ini dapat diatasi jika melibatkan lintas sektoral atau melibatkan instansi terkait sesuai persoalan yang dihadapi terutama terkait kondisi banjir dengan debit air yang tinggi," katanya.

Baca juga: Terkendala Masalah Teknis Terkait Penangan Banjir Desa Kuala Sebatu, Pemda Inhil Masih Terus Lakukan Konsolidasi


Mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Inhil ini menyebut, menghalau atau menangkap buaya dengan jumlah yang banyak dan berkeliaran disepanjang sungai perlu pertimbangan matang.

"DPKP akan mengevakuasi buaya jika sudah mengancam dan membahayakan masyarakat. Saat ini menurut kami buaya berkeliaran dikarenakan air masih tergenang dan akan berpindah tempat dari lokasi pemukiman masyarakat kecuali air dapat segera disurutkan secara otomatis buaya akan kembali ke muara. Dan sampai saat ini kami belum menerima surat resmi dari Kecamatan atau desa tentang perkembangan kondisi saat ini," pungkasnya.(zon)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)