Mahasiswa KKN UNRI Dorong Hilirisasi Sabut Kelapa Lewat Inovasi Cocopeat di Kelurahan Kempas Jaya

datariau.com
64 view
Mahasiswa KKN UNRI Dorong Hilirisasi Sabut Kelapa Lewat Inovasi Cocopeat di Kelurahan Kempas Jaya

INDRAGIRI HILIR, datariau.com - Limbah sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi tumpukan tanpa nilai ekonomi kini berhasil diubah menjadi produk bermanfaat oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 di Kelurahan Kempas Jaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Melalui inovasi pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat, mahasiswa tidak hanya menghadirkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan kelapa.

Program ini lahir dari hasil observasi mahasiswa selama menjalankan KUKERTA di wilayah yang dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa tersebut. Melimpahnya produksi kelapa ternyata diikuti dengan banyaknya limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar hanya ditumpuk, dibakar, atau dibiarkan membusuk sehingga belum memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau menggagas program pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat, yakni media tanam organik yang memiliki daya serap air tinggi, mampu menjaga kelembapan tanah, dan banyak digunakan dalam sektor pertanian maupun hortikultura.

Baca juga:Bersama Murid SMPN 02 Batang Tuaka, Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Limbah Sabut Kelapa Menjadi Barang Berharga


Sebelum program dijalankan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Kempas Jaya, ketua RW, dan masyarakat setempat. Koordinasi tersebut bertujuan memperoleh dukungan sekaligus mengumpulkan bahan baku berupa sabut kelapa yang akan diolah menjadi cocopeat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari proses pengumpulan sabut kelapa, pencacahan, pengeringan, hingga pengayakan untuk menghasilkan cocopeat berkualitas. Seluruh proses tidak hanya diperagakan oleh mahasiswa, tetapi juga dipraktikkan bersama masyarakat agar pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat diterapkan secara mandiri setelah program KUKERTA berakhir.

Sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda, mahasiswa juga menggelar kegiatan praktik pembuatan cocopeat bersama siswa SDN 001 Kempas Jaya. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan manfaat cocopeat sebagai media tanam yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Warga Teluk Jira Olah Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat Bernilai Ekonomi


Didampingi mahasiswa, para siswa ikut terlibat dalam seluruh tahapan pembuatan hingga berhasil menghasilkan sekitar tiga kilogram cocopeat. Selain memperoleh pengalaman praktik secara langsung, mereka juga belajar mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual.

Tidak hanya menyasar kalangan pelajar, program ini juga melibatkan kelompok ibu-ibu di Kelurahan Kempas Jaya. Melalui pelatihan dan pendampingan langsung, peserta berhasil memproduksi sekitar dua kilogram cocopeat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi bekal keterampilan baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Pada tahap akhir, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan monitoring terhadap hasil produksi cocopeat yang telah dibuat. Monitoring dilakukan untuk mengevaluasi kualitas produk, efektivitas proses produksi, serta memastikan masyarakat telah memahami seluruh tahapan pembuatan.

Baca juga:Bahas Hilirisasi Kelapa, Wardan Adakan Pertemuan Dengan Pengusaha Nasional


Hasil evaluasi menunjukkan cocopeat yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan siap dimanfaatkan sebagai media tanam untuk berbagai jenis tanaman, sehingga program ini dinilai memiliki prospek untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KUKERTA Berdampak Universitas Riau Kelurahan Kempas Jaya, Dr. Indra Primahardani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa program pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal menjadi produk yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)