Lahan Padi Selalu Direndam Banjir, Petani Desa Kuala Sebatu Inhil Tak Lagi Produktif, DTPHP Janji Segera Survei Lokasi

datariau.com
1.740 view
Lahan Padi Selalu Direndam Banjir, Petani Desa Kuala Sebatu Inhil Tak Lagi Produktif, DTPHP Janji Segera Survei Lokasi
Foto: Fitra/datariau.com
Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Kuala Sebatu, kecamatan Batang Tuaka, kabupaten Indragiri Hilir tenggelam banjir.

INHIL, datariau.com - Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Kuala Sebatu, kecamatan Batang Tuaka, kabupaten Indragiri Hilir tenggelam banjir.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir H Fajar Husein SH MH jadwalkan survei ke lokasi.

Pernyataan tersebut diungkapkannya saat media mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp kemarin. Fajar Husein menyebutkan pihaknya akan turun melakukan verifikasi lapangan terlebih dahulu yang berkaitan dengan tanaman pangan.

"Kami tentunya akan melakukan verifikasi lapangan dulu, khususnya berkenaan tanaman pangan," katanya.

Fajar Husein juga menjelaskan, melihat permasalahan banjir yang terjadi di desa Kuala Sebatu tersebut, ada kaitannya dengan dampak lingkungan, berkenaan dengan hal tersebut ia tidak memberikan tanggapan.

"Kalau berkenaan dampak lingkungan yang diakibatkan perusaahan tentunya ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang lebih tepat menjawab," jelasnya.

Berkenaan dengan jawdal turun ke lokasi, Fajar Husein belum memberikan keterangan secara pasti, namun pihaknya tengah melihat cuaca dalam beberapa hari ini.

"Lihat cuaca, kalau besok panas bisa turun. Kalau hujan jalanan cukup licin," terangnya.

Sementara itu, petani desa Kuala Sebatu Rahman saat ditemui media menyebutkan, dengan respon pemerintah daerah melalui dinas yang turun langsung melihat keadaan desa Kuala Sebatu merupakan harapan dari masyarakat setempat, karena sekian lama belum ada kejelasan bagaimana nasib petani yang tidak lagi produktif menghasilkan padi.

"Kami berharap seperti itu, ada andil pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Sudah beberapa tahun kami tidak bisa bercocok tanam jadi mohon betul untuk dilakukan peninjauan," harapnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)