DPRD Pekanbaru Desak Penanganan Banjir Menyeluruh, Azwendi: Lima Tahun ke Depan Bisa Lebih Parah

datariau.com
124 view
DPRD Pekanbaru Desak Penanganan Banjir Menyeluruh, Azwendi: Lima Tahun ke Depan Bisa Lebih Parah
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri. (Foto: detik.com)

PEKANBARU, datariau.com - Persoalan banjir Pekanbaru yang terus berulang setiap kali hujan deras kembali menjadi sorotan DPRD Kota Pekanbaru. Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, menegaskan penanganan banjir Pekanbaru tidak boleh lagi dilakukan secara parsial atau sekadar mengatasi genangan di titik tertentu, melainkan harus melalui perencanaan jangka panjang yang terintegrasi.

Menurut Azwendi, perkembangan Kota Pekanbaru yang semakin pesat harus diimbangi dengan sistem drainase dan pengelolaan air yang memadai. Jika tidak, persoalan banjir Pekanbaru dipastikan akan semakin parah dalam beberapa tahun ke depan.

"Pertumbuhan Kota Pekanbaru saat ini tentu jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu, penataan kota harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sanitasi, drainase, parit, hingga saluran air di kawasan permukiman maupun jalan-jalan utama," kata Azwendi.

Baca juga:DPRD Pekanbaru Ingatkan Wali Kota Prioritaskan Penanganan Banjir Sebelum Belikan Ponsel untuk RT/RW


Pernyataan itu disampaikan menyusul banjir yang kembali menggenangi sejumlah ruas jalan saat hujan berintensitas tinggi, termasuk di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan RS Awal Bros. Di lokasi tersebut, arus air yang deras dinilai membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.

Azwendi menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kapasitas saluran drainase di sejumlah kawasan strategis sudah tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

Meski demikian, ia mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah. Salah satunya perbaikan drainase di kawasan depan Pasar Buah yang dinilai berhasil mengurangi genangan ketika hujan turun.

"Kita melihat ada beberapa titik yang sudah diperbaiki dan hasilnya cukup baik. Ini menunjukkan bahwa jika dikerjakan dengan serius, persoalan banjir bisa diminimalisir," ujarnya.

Baca juga:Masalah Banjir Pekanbaru Mendominasi Aspirasi, Ketua DPRD Desak Pemko Segera Carikan Solusi


Selain itu, politisi Partai Demokrat tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau yang dinilainya memberikan perhatian besar terhadap upaya pengendalian banjir di Kota Pekanbaru, khususnya melalui penanganan di ruas-ruas jalan protokol.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang begitu serius membantu penanganan banjir," katanya.

Namun demikian, Azwendi menegaskan langkah-langkah darurat saat musim hujan tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan. Ia mendorong pemerintah menyusun sistem drainase kota yang terhubung secara menyeluruh hingga ke anak sungai, sehingga aliran air dapat mengalir tanpa hambatan.

Baca juga: Komisi IV Desak Pemko Pekanbaru Evaluasi Total Drainase, Nurul Ikhsan: Jangan Biarkan Jalan Terus Tergenang Banjir


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempersempit saluran drainase maupun parit yang sudah ada, karena hal tersebut justru memperburuk kondisi banjir.

"Parit-parit besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman maupun jalan protokol lainnya jangan dipersempit. Saluran yang sudah besar harus diteruskan hingga terhubung ke anak sungai agar aliran air menjadi lancar," tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Azwendi mengusulkan pembangunan drainase berkapasitas besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang terkoneksi dengan sungai-sungai utama. Menurutnya, infrastruktur tersebut akan menjadi investasi penting untuk mengurangi risiko banjir di masa depan.

Baca juga:Banjir Pekanbaru Kian Parah, Warga Tagih Janji Wali Kota Bisa Selesaikan dalam Satu Tahun Saja


Selain itu, ia juga mendorong pembangunan kolam retensi atau waduk penampungan air sementara di sejumlah titik strategis. Dengan adanya kolam retensi, air hujan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan ke sungai sehingga tidak langsung melimpas ke jalan maupun kawasan permukiman.

"Kalau memang dibutuhkan, buat kolam retensi. Air ditampung sementara sebelum dialirkan ke sungai sehingga tidak langsung melimpah ke jalan maupun permukiman," jelasnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)