DATARIAU.COM - Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini meresmikan Sentra
KreasiATENSI(SKA) Lembaga
Kesejahteraan Sosial (LKS) Yayasan
Kumala di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, Senin (8/11/2021).
Perluasan SKA ini untuk mendorong pemberdayaan pemulung melalui penguatan
kewirausahaan.
"Hari
ini saya menerima undangan LKS Kumala. SKA ini sengaja kita perluas untuk jadi
tempat berjualan sekaligus membuka sarana belajar (berwirausaha) bagi
masyarakat," kata Risma.
Dengan demikian SKA di LKS Yayasan
Kumala merupakan SKA kesebelas yang telah dibuka dan diresmikan oleh Menteri
Sosial. SKA ini menjadi wadah bagi para pemulung binaan LKS untuk memamerkan
dan menjual aneka kerajinan tangan hasil daur ulang sampah, seperti kerajinan
berbahan limbah kayu, kerajinan kertas daur ulang, dan lain-lain.
Ketua
LKS Yayasan Kumala Dindin Komarudin mengatakan, adanya bantuan Kementerian
Sosial merupakan bentuk sinergi masyarakat dengan pemerintah dalam upaya
penanganan masalah sosial di masyarakat.
Ini menunjukkan sinergi masyarakat
dengan pemerintah. Kami LKS sebagai perwakilan dari masyarakat yakin kalau kita
bersinergi insyallah permasalahan di masyarakat bisa diselesaikan
bersama-sama," kata Dindin.
Hal
ini sejalan dengan Program ATENSI Pemulung memberikan bantuan penempatan kerja,
pencatatan kependudukan, vaksinasi kelompok terlantar, serta pelatihan
vokasional dan bantuan kewirausahaan.
Yayasan
Kumala bersama LKS lainnya yakni LKS Swara, LKS Sekar, LKS, Balarenik, dan LKS
Erbe merupakan LKS yang menyelenggarakan program pemberdayaan sosial untuk
pemulung di antaranya pelatihan vokasional pengolahan sampah daur ulang dan
kerajinan tangan, pelatihan bubut kayu, bank sampah, bimbingan belajar anak
pemulung, pengelolaan limbah plastik, rumah kreatif, dan lainnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Kementerian Sosial juga menyerahkan sejumlah bantuan
Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai total Rp520.982.000 yang
diperuntukkan bagi 108 anak yatim piatu senilai Rp71.400.000; bantuan kewirausahaan
untuk LKS Kumala senilai Rp106.095.000; LKS Education Religion Be
Entertaintment (ERBE) senilai Rp96.750.000; LKS Swara Peduli Indonesia senilai
Rp84.037.000; LKS Sekar senilai Rp90.700.000; dan LKS Akur Kurnia senilai
Rp72.000.000.
Hadir dalam acara
SekjenKemensosHarry Hikmat,
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama, Ketua Komite III DPD RI
Sylviana Murni, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. (*)
Source
: suara.com