Kisah Al-Qur'an yang Tetap Utuh di Tengah Kebakaran Kemayoran

datariau.com
110 view
Kisah Al-Qur'an yang Tetap Utuh di Tengah Kebakaran Kemayoran
Foto: Ist.
Penampakan Al-Qur'an yang tetap utuh ditemukan di lokasi kebakaran.

JAKARTA, datariau.com - Di tengah duka dan puing-puing akibat kebakaran hebat yang melanda kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, terselip sebuah kisah yang menggetarkan hati. Saat ratusan rumah hangus dilalap api dan ribuan barang berharga berubah menjadi abu, sebuah mushaf Al-Qur'an ditemukan dalam keadaan utuh.

Kisah tersebut dialami Nurul Saadah, salah seorang warga yang rumahnya turut menjadi korban kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong. Musibah yang terjadi pada awal Juni itu menyebabkan lebih dari 300 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.

Nurul masih mengingat jelas bagaimana kobaran api melahap seluruh isi rumahnya. Berbagai barang elektronik, perabotan, hingga kebutuhan sehari-hari tidak dapat diselamatkan.

“Semuanya habis terbakar, dari televisi, kulkas, sepeda listrik, pokoknya semua alat dan barang kebutuhan rumah tangga habis. Rumah saya bisa dibilang hancur, hanya tersisa puing-puing saja,” ujarnya.

Baca juga:BSI Maslahat Selenggarakan Pelatihan Untuk Santri Rumah Quran Bina Santri Indonesia 2025


Namun, di tengah kesedihan yang mendalam, Nurul menemukan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan. Saat membersihkan sisa-sisa puing rumahnya, ia menemukan mushaf Al-Qur'an yang selama ini rutin dibacanya dalam kondisi utuh.

“Saat membersihkan sisa-sisa puing rumah, saya terkejut karena Al-Qur'an yang biasa saya baca ditemukan dalam keadaan utuh dan tidak terbakar,” kenangnya.

Penemuan tersebut menjadi momen yang sangat emosional bagi Nurul. Di saat hampir seluruh harta benda yang dimilikinya lenyap dalam sekejap, mushaf Al-Qur'an itu seakan menjadi penghibur sekaligus penguat hatinya untuk tetap tegar menghadapi cobaan.

Bagi Nurul, peristiwa itu bukan sekadar kebetulan. Ia memaknainya sebagai pengingat bahwa di balik setiap ujian selalu ada hikmah yang dapat dipetik. Mushaf yang tetap utuh di tengah puing-puing kebakaran menjadi simbol harapan dan keteguhan iman saat menghadapi musibah.

Baca juga:JNE Terima Penghargaan Tebar Sejuta Al-Qur’an dari Baitul Maal Hidayatullah


Kini, Nurul bersama keluarganya masih tinggal di tenda pengungsian sambil menunggu proses pemulihan. Meski kehilangan tempat tinggal dan hampir seluruh harta benda, ia berusaha tetap bersyukur dan menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan kemanusiaan terus berdatangan. Salah satunya dari BSI Maslahat yang menyalurkan 250 paket sembako bagi para penyintas kebakaran melalui Posko BPBD DKI Jakarta. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa tanggap darurat.

Kisah Nurul menjadi salah satu cerita yang menyentuh di balik tragedi kebakaran Kemayoran. Di tengah musibah yang menghanguskan rumah dan harta benda, ia menemukan secercah harapan yang menguatkan hati untuk bangkit kembali. Sebuah pengingat bahwa terkadang, di tengah ujian yang paling berat sekalipun, masih ada tanda-tanda yang memberi kekuatan untuk terus melangkah.***

Baca juga:Kisah Bu Paini: Penyandang Disabilitas Bangun Usaha, Kini Omzet Tembus Rp30 Juta
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)