Kisah Bu Paini: Penyandang Disabilitas Bangun Usaha, Kini Omzet Tembus Rp30 Juta

datariau.com
14 view
Kisah Bu Paini: Penyandang Disabilitas Bangun Usaha, Kini Omzet Tembus Rp30 Juta

BEKASI, datariau.com - Semangat pantang menyerah ditunjukkan Ibu Paini (55), seorang penyandang disabilitas fisik di Kota Bekasi yang berhasil membangun ruang pemberdayaan ekonomi bagi komunitas disabilitas melalui Kedai In-Spirasi. Bersama dukungan BSI Maslahat, usaha berbasis inklusif itu kini berkembang dan mampu mencatat transaksi hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

Kedai In-Spirasi yang berlokasi di Jalan Tawamangu Nomor 200, Bekasi, menjadi simbol bangkitnya kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Di tempat tersebut, para penyandang disabilitas tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar membangun usaha secara mandiri dan produktif.

Ibu Paini, sosok di balik berdirinya kedai tersebut, merupakan penyandang disabilitas fisik dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak sempurna. Namun, keterbatasan itu tidak menjadi penghalang baginya untuk memberdayakan sesama penyandang disabilitas.

Baca juga:BSI dan BSI Maslahat Berikan Santunan Untuk 4.444 Anak Yatim Dhuafa


Melalui Rumah Singgah Disabilitas Mandiri (Rumsidisma), Paini menginisiasi gerakan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di Bekasi. Berangkat dari keyakinan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang kerap terabaikan, ia menggagas usaha bersama yang kemudian berkembang menjadi Kedai In-Spirasi.

“Penyandang disabilitas mempunyai emas permata bahkan berlian, namun tanpa tindakan nyata orang tidak akan mempercayai kami. Maka lahirlah Kedai In-Spirasi ini yang seluruh pengelolanya adalah penyandang disabilitas binaan Rumsidisma,” ujar Paini kepada datariau.com dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Sebelum memiliki tempat usaha tetap, para binaan disabilitas hanya mengandalkan bazar untuk menjual produk sederhana seperti pecel, kue kering, telur asin, aksesori, hingga jasa menjahit. Keterbatasan akses usaha dan stigma sosial menjadi tantangan besar yang harus mereka hadapi.

Baca juga:BSI Maslahat Bagikan 23000 Paket Berbuka Puasa dan Sahur


Banyak masyarakat, bahkan keluarga sendiri, meragukan kemampuan penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi. Kondisi tersebut mendorong Paini untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya.

Perjalanan pemberdayaan ini mendapat dukungan besar dari BSI Maslahat melalui program UMKM Disabilitas. Lembaga tersebut menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp350 juta kepada 21 penyandang disabilitas.

Sebanyak 14 orang di antaranya kini aktif berkarya di Kedai In-Spirasi, mulai dari proses produksi, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan operasional. Sementara lainnya menjalankan usaha mandiri seperti kuliner, jamu, hingga jasa jahit.

Baca juga:BSI Maslahat Serahkan Bantuan Renovasi Rumah Sakit Abu Yusuf An-Najjar di Gaza


Saat ini, Kedai In-Spirasi telah menghasilkan lebih dari 20 produk kuliner yang dipasarkan secara langsung maupun daring. Berkat pengelolaan yang semakin baik, usaha tersebut mampu membukukan transaksi rata-rata antara Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan.

Tak hanya bantuan modal, BSI Maslahat juga memberikan pendampingan berkelanjutan berupa pelatihan literasi digital dan penguatan branding produk agar lebih dikenal masyarakat luas.

“BSI Maslahat bukan sekadar mitra, tetapi sudah seperti orang tua bagi kami,” kata Paini.

Baca juga:BSI Maslahat Alirkan Harapan Melalui Program Air Bersih Tirta Berseri Untuk Warga Linggajaya Kuningan


Keberhasilan Kedai In-Spirasi juga menarik perhatian banyak pihak, termasuk sejumlah figur publik yang datang berkunjung. Produk yang dihasilkan bahkan dinilai mampu bersaing di pasar umum.

“Produk kami bukan untuk belas kasihan. Produk kami benar-benar enak dan layak dijual kepada semua kalangan. Bahkan sambal pecel kami pernah dibawa ke Jerman empat kali berturut-turut,” ungkapnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)