Harga Getah Karet Naik Hingga Rp17.500, Petani di Tanjung Medan Rohil Tersenyum Lebar

datariau.com
137 view
Harga Getah Karet Naik Hingga Rp17.500, Petani di Tanjung Medan Rohil Tersenyum Lebar
Foto: Abdul Rasid
Pantauan wartawan datariau.com di salah satu pangkalan getah di Dusun Sigambal II, Senin (18/5/2026), terlihat aktivitas jual beli getah berjalan dengan antusias.

ROHIL, datariau.com - Kenaikan harga jual getah karet mingguan di tingkat lapangan mulai membawa angin segar bagi para petani karet di wilayah Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Harga getah yang diterima petani dari pengepul atau toke kini mencapai Rp17.500 per kilogram, sehingga membuat sebagian petani merasa lebih optimistis dibandingkan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan wartawan datariau.com di salah satu pangkalan getah di Dusun Simpang Tiga Perdamaian (Sigambal II), Kepenghuluan Akar Belingkar, Senin (18/5/2026), terlihat aktivitas jual beli getah berjalan dengan antusias. Para petani mengaku puas karena harga getah terus mengalami kenaikan dari pekan ke pekan.



Salah seorang petani karet, Diman, mengungkapkan rasa syukurnya atas membaiknya harga komoditas tersebut.

“Saya merasa sedikit senang dan puas jika harga jual getah mengalami kemajuan dan sudah jauh meninggalkan harga yang sangat memprihatinkan bagi kami, khususnya petani karet,” ujarnya.

Baca juga:Mulai Naik, Harga Getah Karet Capai Rp10.000 Perkilo, Warga Bersyukur


Meski harga saat ini telah menyentuh angka Rp17.500 per kilogram, para petani masih berharap harga getah dapat terus meningkat agar kesejahteraan mereka semakin membaik.

“Semoga saja harga tersebut bisa lagi membaik dari harga yang sekarang meski sudah menembus angka Rp17.500 per kilogram,” harap Diman.

Menurut warga, sebelumnya harga getah lokal sempat berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan dan dinilai belum mampu menyamai hasil yang diperoleh petani kelapa sawit. Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian masyarakat memilih menebang kebun karet mereka karena harga jual getah tidak kunjung membaik.

Namun, dengan adanya peningkatan harga saat ini, masyarakat mulai melihat secercah harapan bagi keberlangsungan sektor perkebunan karet di Rohil.

Meski demikian, keraguan masih menyelimuti sebagian petani. Di sejumlah wilayah, banyak kebun karet telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Bahkan, tidak sedikit petani yang mulai menyisipkan tanaman sawit di tengah kebun karet sebagai langkah antisipasi ekonomi.

“Keyakinan petani karet terhadap harga jual getah sempat hampir memudar, sehingga banyak yang mengambil keputusan melakukan replanting dengan tanaman kelapa sawit demi mempertahankan ekonomi rumah tangga,” tambahnya.

Baca juga:Harga Getah Karet Mulai Naik, Warga Tanjung Medan Rohil Senang


Para petani berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap nasib petani karet, termasuk upaya menjaga stabilitas harga agar kesejahteraan mereka dapat setara dengan petani komoditas lainnya.

“Harapannya, pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan petani karet agar setara dengan petani kelapa sawit maupun petani lainnya, sehingga seluruh petani Indonesia dapat hidup lebih mapan dan sejahtera,” tutupnya. (ras)

Baca juga:Harga Jual Anjlok, Petani Kampar Ganti Pohon Karet Jadi Perkebunan Sawit
Penulis
: Abdul Rasid
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)