Harga Jual Anjlok, Petani Kampar Ganti Pohon Karet Jadi Perkebunan Sawit

Ruslan
1.731 view
Harga Jual Anjlok, Petani Kampar Ganti Pohon Karet Jadi Perkebunan Sawit
Foto: Muhammad Riski
Lahan warga yang sudah diolah menjadi perkebunan sawit yang lebih menjanjikan.

KAMPAR, datariau.com - Kalangan petani karet di Desa Pulau Birandang, kecamatan Kampa Kota Pekanbaru, kabupaten Kampar, Provinsi Riau sejak beberapa bulan belakangan sudah mengganti perkebunan karet dengan tanaman kelapa sawit.

Yusrizal, Kepala Dusun IV yang berasal dari kecamatan Kampar, di Pulau Birandang mengatakan, "Kalangan petani karet yang beralih menanam sawit tersebut lantaran harga jual getah karet terus mengalami penurunan".

"Hampir sebagian petani karet di Kecamatan Kampar saat ini sudah menebang pohon karetnya dan diganti dengan tanaman sawit. Selain itu sebagian kecil juga ada yang menggantinya dengan tanaman jeruk lemon atau jenis buah-buahan lainnya," kata Yusrizal.

Adanya penggantian tanaman karet sebelumnya menjadi mata pencaharian utama masyarakat di wilayah itu, ujar dia lagi, tidak bisa dicegah karena menganggap menanam tanaman karet sudah tidak lagi menguntungkan mereka.

Harga jual getah karet yang saat ini dihargai pembeli untuk karet harian berkisar Rp5.000-7.000 per kg, sedangkan karet bulanan Rp9.000 per kg. Pada hal enam tahun sebelumnya harga karet harian ini mencapai Rp12.000 per kg, dan karet mingguan mencapai Rp17.000 per kg.

Harga karet yang tinggi itu, menurut dia, saat ini hanya tinggal kenangan seiring dengan banyak kebun karet yang ditebangi warga guna diganti dengan tanaman sawit maupun tanaman lainnya yang dianggap lebih menguntungkan.

Hasyim (63) salah seorang warga Kecamatan Kampar mengatakan, dirinya sengaja mengganti tanaman karet di kebunnya dengan tanaman sawit, alasannya harga jual buah sawit cenderung stabil dibandingkan karet.

"Berkebun sawit jauh lebih menjanjikan ketimbang karet, selain harga jual buahnya stabil pemasarannya tidak sulit. Kalau dulu semua warga di sini memiliki kebun karet, tapi sekarang sudah banyak yang ditebang diganti dengan tanaman lain," ujarnya pula. (ris)

Penulis
: Muhammad Riski
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)