Fakta-Fakta Nasabah BRI Kehilangan Tabungan Rp38,4 Juta, Keamanan BRI Dipertanyakan

Ruslan
1.916 view
Fakta-Fakta Nasabah BRI Kehilangan Tabungan Rp38,4 Juta, Keamanan BRI Dipertanyakan
Kapolsek Ngadiluwih Shokhib Dimyati (tengah) menenangkan sejumlah nasabah yang mendatangi kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit cabang Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, Senin (12/3/2018). (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

DATARIAU.COM - Bank BRI kembali menjadi sorotan karena kasus nasabah kehilangan uang dalam tabungan.

Yang teranyar, seorang nasabah BRI atas nama Marsen Benediktus Sinaga mengungkap bahwa dirinya kehilangan uang dalam tabungannya sebesar Rp38,4 juta.

Hal itu ia ketahui pada Kamis, 24 November 2021 saat dirinya mengecek saldonya yang tiba-tiba tinggal tersisa Rp95 ribu.

"Saya kaget bercampur bingung saat tiba-tiba, pada Kamis, 24 November, sekitar pukul 14.30, saldo di rekening BRI saya tinggal Rp. 95.000. Ini saya ketahui saat mau menarik uang di ATM," tulis Marsen di Facebook.

Saat tahu tabungannya hilang, Marsen lantas melapor ke petugas di Kantor BRI Cabang Prawirotaman. Ia meminta petugas untuk mencetak laporan transaksi atas rekeningnya.

Di sana tertera dalam laporan transaksi bahwa pada tanggal 23 November 2021, pukul 10:28 pagi, ada mutasi dari rekening Marsen sebesar Rp. 38.400.000.

"Saya memberi kesaksian kepada petugas CS bahwa saya tidak melakukan transaksi mutasi tersebut, dan bahwa pada tanggal dan jam tersebut saya sedang ada kegiatan pelatihan di dalam ruang pertemuan. Untuk hal ini, saya bisa menghadirkan saksi-saksi yang ada bersama dengan saya di ruangan tersebut. Kartu ATM saya juga ada di dalam dompet saya, tidak pernah dipinjamkan kepada siapapun," tulis Marsen.

1. Mutasi Antarbank

Selanjutnya, lewat penelurusan yang dilakukan oleh petugas customer service BRI, diperoleh informasi bahwa rekening tujuan mutasi dana sebesar Rp38.400.000 tersebut rekening nomor 004801001563564 atas nama SURYA ZIDAN. Kepada Marsen, petugas CS tersebut mengatakan bahwa jenis transaksi tersebut adalah mutasi antar bank lewat ATM.

"Sementara saya sudah memberi kesaksian bahwa ATM saya tidak pernah pindah tangan kepada siapapun," kata Marsen.

Marsen lantas meminta petugas CS untuk melakukan penelurusan lebih lanjut terhadap transaksi mutasi tersebut untuk mengetahui di mana lokasi ATM tempat transaksi dilakukan jika itu transaksi via ATM.

"Akan tetapi, petugas tersebut mengaku tidak bisa melakukannya, dan hanya bisa meneruskan laporan saya ke kantor pusat BRI di Jakarta," lanjut Marsen.

Pada hari yang sama, Marsen menghubungi call center 14017 dan menceritakan peristiwa yang menimpanya. Ia menyampaikan bahwa dirinya sudah memasukkan laporan dari Kantor Cabang BRI di Prawirotaman, Yogya.

Sesudah petugas ini memeriksa laporannya, petugas mengatakan bahwa laporan yang disampaikan oleh petugas CS dari kantor BRI Cabang Prawirotaman salah, lalu petugas itu membuat laporan baru.

"Dia memberi saya nomor laporan saya yang baru, yaitu 37661286," kata Marsen.

Keesokan harinya, Jumat, 25 November 2021, Marsen datang lagi ke petugas Customer Service di Kantor BRI Wilayah Yogya. Ia bermaksud memastikan bahwa laporannya sudah masuk dan meminta versi cetak dari laporannya.

"Petugas CS ini juga mengaku bahwa mereka hanya bisa meneruskan pengaduan seperti ini karena penanganannya terpusat di Jakarta. Dalam laporan ini saya melampirkan surat pernyataan bermeterai bahwa saya tidak melakukan transaksi mutasi yang memakai rekening saya. Pihak BRI meminta saya menunggu selama 20 hari kerja, tanpa ada kepastian apapun bahwa dana saya yang hilang akan kembali," kata Marsen.

2. Sistem Keamanan Dianggap Lemah

Setelah itu, Marsen pun merasa tidak berdaya.

"Ini bukti bahwa kedudukan saya sebagai nasabah bank, artinya juga kedudukan begitu banyak orang sebagai nasabah bank, sangatlah rentan. Kapanpun dan siapapun tiap kali berisiko menghadapi kejahatan seperti ini," katanya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)