Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Desa Kembang Damai Olah Pelepah Sawit Jadi Briket dan Pestisida Nabati

datariau.com
92 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Desa Kembang Damai Olah Pelepah Sawit Jadi Briket dan Pestisida Nabati

ROKAN HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Kembang Damai, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, menggelar sosialisasi pembuatan pestisida nabati dan briket dari limbah pelepah kelapa sawit sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serba Guna Desa Kembang Damai pada Ahad (19/7/2026) pukul 14.00 WIB itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga menghadirkan demonstrasi langsung pembuatan pestisida nabati dan briket sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan proses secara praktis.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penerapan pertanian ramah lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu-ibu PKK Kampung Teluk Merbau Membuat Tas Tumbler Macrame Bernilai Ekonomi


Pada sesi pertama, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi tanaman, manusia, dan lingkungan. Mereka menjelaskan bahwa pestisida nabati dapat dibuat dari berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan sehingga lebih hemat biaya dan tidak meninggalkan residu berbahaya sebagaimana pestisida kimia.

Materi yang disampaikan meliputi manfaat penggunaan pestisida nabati, bahan-bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan, hingga teknik aplikasi yang tepat pada tanaman. Melalui demonstrasi langsung, masyarakat diajak mempraktikkan proses pembuatannya agar dapat menerapkan metode tersebut secara mandiri dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Selanjutnya, mahasiswa Kukerta memperkenalkan pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Selama ini, limbah pelepah sawit umumnya hanya dibiarkan membusuk atau dibakar, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.

Baca juga:Mahasiswa KKN Berdampak UNRI Edukasi Petani Sungai Manau Manfaatkan Daun Pepaya sebagai Pestisida Organik


Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan briket, mulai dari proses pengeringan pelepah, karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan akhir. Demonstrasi dilakukan secara langsung agar masyarakat dapat memahami teknik pembuatannya dengan mudah.

Ketua Pelaksana Kukerta UNRI Desa Kembang Damai, Rifki Adzani Akbar, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan serta mengolah limbah pelepah kelapa sawit menjadi briket yang memiliki nilai ekonomis dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung pertanian yang lebih sehat sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah perkebunan di Desa Kembang Damai," ujarnya.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Latih Petani Indragiri Hulu Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya


Masyarakat Desa Kembang Damai menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk pengendalian hama tanaman secara alami maupun pemanfaatan limbah pelepah sawit menjadi bahan bakar alternatif.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Selain memberikan edukasi, program tersebut juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah.

Penulis
: Rika Ramadhani Syafitri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)