Diskusi Meja Bundar Para Pakar: Integrasi Sains, Politik, dan Etika Jadi Kunci Hadapi Krisis Ekologis

datariau.com
99 view
Diskusi Meja Bundar Para Pakar: Integrasi Sains, Politik, dan Etika Jadi Kunci Hadapi Krisis Ekologis

Biaya Kerusakan Lingkungan Lebih Mahal


Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, mengungkapkan bahwa keuntungan ekonomi dari sektor ekstraktif sering kali tidak memperhitungkan biaya sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.

Ia mencontohkan sejumlah daerah pertambangan yang justru menghadapi peningkatan angka kemiskinan, beban kesehatan, hingga kerentanan terhadap bencana.

"Kalau seluruh biaya kesehatan, kehilangan produktivitas, dan kerusakan lingkungan dihitung, keuntungan ekonomi dari sektor ekstraktif menjadi jauh lebih kecil daripada yang selama ini diklaim," ujarnya.

Menutup forum, Ketua Komisi Kebudayaan AIPI, Prof. M. Amin Abdullah, mengajak seluruh pihak tetap optimistis dalam memperjuangkan tata kelola lingkungan yang lebih baik.

"Forum seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah gagasan. The power of the words, kata-kata yang ditulis dengan sungguh-sungguh tetap memiliki kekuatan untuk membentuk kesadaran dan pada akhirnya mengubah arah kebijakan," tuturnya.

Diskusi tersebut menyimpulkan bahwa pembangunan Indonesia ke depan tidak lagi dapat diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi. Integrasi antara sains, politik, dan etika dinilai menjadi syarat utama agar pembangunan mampu menciptakan kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Melalui kebijakan yang berpijak pada bukti ilmiah, keadilan sosial, serta tanggung jawab ekologis, Indonesia diyakini memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)