JAKARTA, datariau.com - Brand dessert asal Indonesia, Butter Baby, mencetak tonggak baru dengan menggelar pemutaran perdana film animasi pendek original bertajuk The Story of Butterlandia di CGV FX Sudirman, Jakarta. Langkah ini menjadi yang pertama dilakukan oleh brand dessert Indonesia, sekaligus menandai transformasi Butter Baby dari sekadar merek kuliner menjadi sebuah intellectual property (IP) berbasis cerita dan karakter.
Film animasi tersebut diperkenalkan secara eksklusif dalam acara Press Conference & Cinema Premiere yang dihadiri media dan para mitra. Melalui film ini, Butter Baby mengungkap asal-usul dunia Butterlandia, semesta yang selama ini menjadi fondasi karakter, cerita, dan misi besar yang dibangun di balik brand tersebut.
Dalam cerita yang ditampilkan, Butterlandia digambarkan sebagai planet asal Butter Baby yang tengah menghadapi ancaman kehancuran. Untuk menyelamatkannya, Butter Baby menjalankan misi besar mengumpulkan 500 triliun ton butter, sebuah perjalanan yang menjadi fondasi dari seluruh pengembangan universe Butter Baby ke depan.
Pendiri Butter Baby, Nick Burch dan Henry Burch, mengatakan ide membangun Butterlandia lahir dari keinginan menciptakan sesuatu yang mampu menghubungkan orang melalui cerita dan pengalaman yang lebih mendalam.
"Butter Baby berawal dari ide sederhana, bagaimana menciptakan sesuatu yang bisa membuat orang merasa terhubung. Kami memilih Indonesia bukan karena kesempatan, tetapi karena kami percaya ini adalah tempat terbaik untuk membangun sesuatu yang tahan lama. Film animasi ini adalah cara kami menunjukkan fondasi dari mana semuanya dimulai," ujar keduanya.
Baca juga:Pesta Babi, Tanah Papua, dan Demokrasi yang Kehilangan Nurani
Sejak hadir di Jakarta, Butter Baby berkembang menjadi lebih dari sekadar bisnis kuliner. Perusahaan kini membangun dirinya sebagai sebuah Global IP yang menggabungkan storytelling, pengalaman pelanggan, komunitas, dan produk dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
CEO Butter Baby, Shane Lewis, menilai kekuatan utama brand tersebut bukan hanya pada kualitas produknya, tetapi pada cerita yang berhasil membangun hubungan emosional dengan pelanggan.
"Produk mungkin menjadi pintu masuk pertama orang mengenal Butter Baby. Namun yang membuat mereka bertahan adalah dunia dan cerita yang ada di baliknya. Ini bukan hanya tentang karakter atau dessert, tetapi tentang semesta yang sedang kami bangun untuk membawa cerita, semangat, dan kekayaan rasa Indonesia ke seluruh dunia," kata Shane.
Baca juga:Sejarah Mitos Hantu Pocong: Antara Budaya Populer, Mistik, dan Menyalahgunakan Simbol Islam
Ia menambahkan bahwa ekspansi internasional telah mulai dipersiapkan, dengan Bangkok menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan global Butter Baby.
Di balik pengembangan universe Butterlandia, Butter Baby menegaskan bahwa sebagian besar proses kreatif dan operasionalnya digerakkan oleh sumber daya lokal.
Head of Marketing & Business Development Butter Baby, Karen Tjahja, menyebut sekitar 99 persen tim perusahaan merupakan talenta Indonesia yang terlibat mulai dari pengembangan karakter, desain, hingga operasional.
Menurutnya, Butter Baby dirancang sebagai sebuah perjalanan yang terus berkembang bersama komunitasnya.
"Butter Baby adalah cerminan pengalaman manusia. Ia belajar mengenal dunia yang baru, mencari tempat untuk diterima, dan tumbuh melalui setiap pengalaman yang dijalani. Yang membuatnya istimewa adalah semua itu dibangun bersama komunitas dan talenta Indonesia," ujarnya.
Baca juga:Pandora di Merauke: Ketika Pembangunan Menjadi Luka bagi Rakyat
Konsep storytelling yang diusung Butter Baby juga diterjemahkan ke dalam setiap produk yang mereka hadirkan. Corporate Executive Chef Butter Baby, Dedy Sutan, menjelaskan bahwa setiap dessert dirancang untuk menghadirkan pengalaman emosional, bukan sekadar rasa.
"Setiap dessert selalu dimulai dengan pertanyaan sederhana, seperti apa rasanya makanan yang benar-benar hebat. Bukan hanya lezat, tetapi mampu menghadirkan rasa nyaman, hangat, dan mengingatkan pada rumah. Perasaan itulah yang ingin kami hadirkan melalui setiap produk Butter Baby," kata Dedy.