Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Petani Desa Bantan Air Membuat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

datariau.com
52 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Petani Desa Bantan Air Membuat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 yang bertugas di Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, melaksanakan sosialisasi pembuatan pestisida nabati sederhana sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (16/7/2026) dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat serta para petani setempat.

Program ini bertujuan memberikan edukasi mengenai dampak penggunaan pestisida kimia secara berlebihan terhadap kesehatan manusia, kelestarian lingkungan, serta kesuburan tanah. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan pestisida nabati sebagai solusi yang lebih aman, ekonomis, dan mudah dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KUKERTA menjelaskan bahwa pestisida nabati dapat dibuat dari bahan sederhana seperti daun pepaya atau daun sirsak yang dipadukan dengan bawang putih. Bahan-bahan tersebut dikenal memiliki kandungan alami yang mampu membantu mengendalikan berbagai jenis hama tanaman tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Masda Makmur Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Botol Plastik dan Sekam Padi sebagai Media Pertumbuhan Tanaman Semi Hidroponik


Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahan dan alat yang dibutuhkan, tahapan pembuatan pestisida nabati, hingga teknik penggunaannya pada tanaman. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis hama yang dapat dikendalikan menggunakan pestisida nabati, seperti ulat, kutu daun, dan berbagai serangga kecil lainnya yang sering menyerang tanaman pertanian.

Tidak hanya memberikan materi secara teori, mahasiswa KUKERTA juga mengajak peserta mengikuti praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung proses pencampuran bahan hingga menghasilkan larutan yang siap diaplikasikan pada tanaman.

Praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta sekaligus memberikan pengalaman nyata sehingga masyarakat dapat memproduksi pestisida nabati secara mandiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar mereka.

Baca juga: Inovasi Pembuatan Pestisida Nabati dengan Memanfaatkan Daun Sirsak untuk Menekan Perkembangan Hama di Desa Suak Air Hitam


Koordinator KUKERTA Universitas Riau Desa Bantan Air menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai pestisida tidak hanya mampu menekan penggunaan bahan kimia sintetis, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kesehatan tanah, serta mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat residu pestisida.

"Kami berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh sehingga secara bertahap mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Dengan begitu, hasil pertanian tetap terjaga, lingkungan lebih lestari, dan biaya produksi petani juga dapat ditekan," ujarnya.


Baca juga:Mahasiswa KKN MAs 107 Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pestisida Nabati di Desa Delima Jaya


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas pestisida nabati, cara penyimpanan, hingga frekuensi penggunaannya pada berbagai jenis tanaman.

Penulis
: Milati Azka
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)