KAMPAR, datariau.com - Kondisi Jalan Suka Makmur di Dusun IV Tarab Mulia, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, kembali menjadi perhatian masyarakat. Hingga kini, jalan berstatus jalan kabupaten tersebut masih berupa tanah dan timbunan batu, meski menjadi akses utama bagi ribuan warga yang bermukim di kawasan padat penduduk dan berada di seberang kantor Desa Tarai Bangun.
Masyarakat mengajukan proposal permohonan pengaspalan Jalan Suka Makmur kepada Bupati Kampar tertanggal 22 Juli 2026. Kondisi jalan yang berlubang, licin saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau telah menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, perekonomian hingga mobilitas sehari-hari.
Jalan Suka Makmur diketahui menjadi akses bagi 10 kawasan perumahan, tiga lembaga pendidikan, delapan rumah ibadah, serta permukiman masyarakat di luar kawasan perumahan.
Baca juga:Pilkades Serentak 2027 Semakin Dekat, Ini Tahapan, Aturan Baru, dan Hal Penting yang Wajib Diketahui
Sedikitnya terdapat 10 perumahan yang bergantung pada akses Jalan Suka Makmur, yakni Griya Setia Makmur, Tarai Gading Dua, Syafira, Puri Mayang Asri, Suka Makmur Jaya, Griya Tarai Makmur, Putri Inara Dua, Savana Suka Makmur, Savana Suka Makmur III, dan Puri Mega Sejahtera. Selain itu, terdapat sekitar 100 kepala keluarga warga tempatan yang tinggal di sepanjang jalan tersebut. Total keseluruhan mencapai sekitar 885 kepala keluarga atau diperkirakan 4.500 jiwa dengan sekitar 1.000 unit rumah.
Jalan Suka Makmur merupakan satu-satunya ruas jalan di kawasan tersebut yang belum mendapat pengaspalan. Padahal, jalan di sisi kiri dan kanan telah lebih dahulu dibangun menggunakan aspal hotmix maupun beton. Kondisi itu menyebabkan Jalan Suka Makmur menjadi titik yang paling sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim hujan.
Keterbatasan anggaran desa menjadi alasan belum dapat merealisasikan pembangunan jalan tersebut. Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa dinilai tidak memungkinkan untuk membiayai proyek pengaspalan dengan skala tersebut, sehingga dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar.
Baca juga:APBDes Tarai Bangun 2026 Terpangkas Tajam, Pembangunan Fisik Hanya 1 Drainase di Dusun IV
Selain menjadi akses menuju permukiman, Jalan Suka Makmur juga menghubungkan masyarakat menuju tiga fasilitas pendidikan, yakni RA dan SDIT Darussalam, SMP Negeri 8 Tambang, serta MDA Masjid Adh Dhawy. Jalan ini juga menjadi akses menuju delapan rumah ibadah yang berada di sepanjang kawasan tersebut.
Sejumlah dampak yang dirasakan masyarakat akibat buruknya kondisi jalan, mulai dari meningkatnya risiko kecelakaan pengendara sepeda motor, kerusakan kendaraan, banjir dan debu yang mengganggu warga, hingga terganggunya akses layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Masyarakat berharap pengaspalan Jalan Suka Makmur dapat segera direalisasikan karena dinilai akan meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan UMKM, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mempermudah mobilitas pelajar, serta mempercepat akses menuju fasilitas kesehatan dan tempat ibadah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut, tokoh masyarakat dan warga sekitar Jalan Suka Makmur juga telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan siap mendukung pembangunan serta menjaga jalan apabila nantinya telah selesai dibangun. Mereka menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses utama yang sangat dibutuhkan masyarakat karena selama ini aktivitas warga selalu terkendala ketika musim hujan maupun musim kemarau.***