Viral, Guru Ngaji Kecelakaan Handphone Diambil Orang, Diminta Tak Mau Kembalikan..

datariau.com
12.124 view
Viral, Guru Ngaji Kecelakaan Handphone Diambil Orang, Diminta Tak Mau Kembalikan..
Kondisi jaket Zardi sobek dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Nangka Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Musibah kecelakaan lalu lintas yang dialami seorang guru ngaji atas nama Zardi, Jumat 13 September 2019 lalu menjadi perhatian publik. Pasalnya, ponsel yang sebenarnya tidak terlalu seberapa nilainya milik guru ngaji ini terjatuh saat kecelakaan, dipungut orang dan tak mau mengembalikannya.

Berita tentang ponsel guru ngaji jenis Nokia 3310 clasic dan nomor 082389832123 menarik perhatian pembaca, dengan view berita dalam waktu satu hari mencapai 15.000 yang membaca.

Zardi telah mencoba negosiasi dengan laki-laki yang telah menemukan ponselnya, sebenarnya Zardi sudah merelakan ponsel dan nomor itu raib dalam musibah, apalagi musibah itu sudah diganti Allah Ta'ala dengan handphone yang lebih baik, namun yang menjadi kekhawatirannya, nomor tersebut masih aktif, saat diminta kepada orang yang mengambilnya, malah di lelaki itu minta dana tebusan dan transfer pulsa.

Terlebih lagi dari percakapan yang saat itu sengaja direkam oleh Zardi, pria itu mengaku tak takut berurusan dengan hukum karena sudah 15 kali keluar masuk penjara. Zardi yang merupakan guru di Pondok Tahfidz Riyadhus Shalihin ini menjadi tambah khawatir nomor tersebut akan dijadikan untuk tindak kriminal penipuan.

Karena negosiasi tak putus, Zardi kemudian mencoba mengurus nomornya ke GraPARI, ternyata nomor NIK yang terdaftar di Sim Card itu bukan lagi NIK KTP Zardi, melainkan NIK 1404181405560001. Sehingga pihak GraPARI tak punya solusi untuk memblokir nomor tersebut, menyarankan Zardi menghubungi call center 188.

Sama saja, di layanan call center ditanyakan data transaksi terakhir pengisian pulsa, ternyata sudah tidak sesuai lagi karena orang yang mendapatkan ponsel itu telah mengisi nomor tersebut. Pihak Telkomsel tak punya solusi untuk memblokir nomor tersebut.

Memang rentang waktu mengurus nomor ponsel yang hilang ini dengan kejadian kecelakaan berselang 2 pekan, dikarenakan Zardi disibukkan operasi istrinya yang mengalami luka parah atas insiden kecelakaan tersebut. Sehingga pihak yang mendapatkan ponsel itu sudah leluasa mempreteli nomor tersebut.

"Saya khawatir karena nomor itu masih dipakai sama pelaku. Kalau nomornya dibuang handphonenya dipakai tak apa, saya sudah ikhlas semoga bermanfaat buatnya, ini malah nomor saya digunakan pelaku yang juga konek dengan WhatsApp," terang Zardi kepada datariau.com, Jumat (27/9/2019).

Zardi juga mengaku sudah berbicara baik-baik dengan orang yang menemukan ponselnya, jika orang tersebut beritikad baik mengembalikan tentunya Zardi sudah menyediakan imbalan tanda terimakasih, akan tetapi dengan nada tidak bersahabat, orang tersebut malah berupaya memeras Zardi dengan meminta uang dan transfer pulsa.

"Tak nyangka ada manusia yang seperti itu, semoga dia mendapat hidayah," terang Zardi.

Orang yang mendapatkan ponsel Zardi saat dicoba dihubungi masih sama jawabannya tak mau mengembalikan baik itu ponsel maupun nomor. Dia minta ditransfer pulsa ke nomor tersebut. Bahkan saat disampaikan bahwa korban akan lapor Polisi, pelaku mengaku tidak takut.

"Lapor aja, gak takut aku, tau kau aku keluar masuk penjara sudah 15 kali," timpalnya sembari mengucapkan kata-kata kotor.

Zardi belum berpikir untuk melaporkan hal ini ke Polisi, karena sebelumnya dia sudah tak ada masalah ponsel dan nomornya ini hilang, namun jika ada yang merasa tertipu nantinya atas kelakuan pelaku, maka kepada korban diminta segera melapor. Jika diperlukan sebagai saksi, dirinya siap.

"Sampai saat ini belum ada yang merasa ditipu, saya juga sudah umumkan di semua group dan kontak soal nomor itu bukan lagi saya yang pegang," terangnya.

Atas pengalaman ini, Zardi mengingatkan kepada siapapun yang kehilangan ponsel, segera telepon 188 dan nonaktifkan nomor untuk sementara waktu. (red)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)