Karena Dilan 1991, Jokowi Disebut Sukses Dongkrak Penonton Bioskop

datariau.com
3.808 view
Karena Dilan 1991, Jokowi Disebut Sukses Dongkrak Penonton Bioskop
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Hari ini, film-film di Indonesia hitungan penontonnya sudah tidak ratusan ribu lagi, tetapi sudah jutaan. "Ini adalah tren positif perkembangan ekonomi Indonesia saat ini yang harus kita dorong," tutur Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

"Terutama mendukung perfilman nasional dengan menonton karya-karya anak bangsa, seperti Warkop DKI Reborn, Dilan 1990 atau Dilan 1991 yang akan kita tonton hari ini," tegas pria yang akrab disapa Hendi tersebut dalam kegiatan nonton bareng Dilan 1991 di Cinema XXI, DP Mall, Semarang, Rabu (5/3).

Atas tren positif dunia perfilman Indonesia tersebut, Hendi pun mengapresiasi adanya kebijakan revisi ketentuan Daftar Negatif Investasi (DNI) di Pemerintah era Presiden Jokowi, sehingga mendongkrak jumlah penonton bioskop di Indonesia.

Pasalnya, melalui kebijakan tersebut, investasi asing akhirnya bisa masuk ke sektor film Tanah Air yang kemudian mendorong ekspansi bisnis bioskop ke berbagai daerah.

"Di Kota Semarang sendiri, pasca adanya revisi ketentuan investasi itu, dari yang semula hanya ada 3 bioskop, sekarang sudah tambah dua kali lipat menjadi 6 bioskop", jelas Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

"Pertambahan jumlah bioskop ini kemudian mengkatrol penonton film-film di Indonesia dan bahkan pada saat Dilan 1990 disebutkan oleh sutradaranya kalau penonton terbanyak dari Kota Semarang," katanya.

PT Nusantara Sejahtera Raya selaku pemilik XXI menjadi salah satu grup bioskop jejaring yang berkembang di kota lumpia itu.

Dari jumlah semula mengelola dua bioskop di Mall Ciputra dan Mall Paragon, kini XXI telah memiliki 4 bioskop di Semarang melalui penambahan bioskop di DP Mall dan Trans Mart Banyumanik.

XXI sendiri merupakan salah satu pengelola bioskop di Indonesia yang mendapatkan suntikan dana asing pasca adanya kebijakan revisi ketentuan Daftar Negatif Investasi (DNI) di Indonesia.

Adalah Perusahaan Singapura GIC yang menjadi pihak di balik masifnya penambahan jaringan layar bioskop XXI di Indonesia, yang salah satunya di Kota Semarang.

Di sisi lain, terkait kegiatan nonton bareng Dilan 1991, Hendi menyebutkan bahwa itu adalah sebuah bentuk apresiasi dan dukungan bagi perfilman nasional.

"Filmnya juga bagus, lucu, sama seperti kisah saya dengan istri sewaktu SMA dulu," akunya. (*)
Sumber
: Viva.co.id
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)