DATARIAU.COM - Persoalan hak angket atas dugaan kecurangan Pemilu 2024 terus bergulir. Para ulama juga ikut memberikan pendapatnya atas persoalan tersebut, diantaranya Habib Rizieq, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya serta puluhan Ulama Jatim menyatakan mendukung Hak Angket DPR RI untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu.
Ulama Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq berharap DPR RI selaku wakil rakyat bisa segera menggunakan proses politik, hak angket untuk mengatasi dugaan kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2024 lalu.
Habib Rizieq menegaskan, tindakan tersebut harus segera dilakukan agar masyarakat tidak terpecah-belah, dan bahkan sampai berujung dengan kerusuhan di tanah air.
“Ini kecurangan orang buta saja bisa melihat, orang budek aja mendengar. Artinya kecurangannya udah luar biasa. Dan ini harus diselesaikan,” kata dia dalam ceramah yang disiarkan oleh YouTube Islamic Brother Hood Television (IBTV) yang dikutip jpnn.com pada Selasa (26/2/2024).
Selain itu, Ulama KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya juga berpendapat bahwa dugaan kecurangan pemilihan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 menjadi isu yang sedang hangat dibicarakan pasca-pemungutan suara 14 Februari 2024.
Salah satu yang disorot adalah adanya perbedaan perolehan angka suara dari yang tertulis dalam formulir C dengan yang diunggah di Sirekap, sehingga ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan.
Buya Yahya mengatakan, seandainya ada kecurangan pada Pemilu 2024 dengan merubah angka suara maka orang yang melakukannya telah berdusta. Biar pun ingin memenangkan orang yang paling baik dan jujur, tapi dengan cara yang salah tetap berdusta.
“Kalau dengan cara berdusta, Anda berbohong, berdusta merubah angka, berarti bukan karena Allah membelanya, ada sesuatu. Orang-orang seperti itu tidak akan bisa menjadi pembela pemimpin yang benar biar pun pemimpinnya benar,” kata Buya Yahya dikutip Liputan6.com dari YouTube Al Bahjah TV, Ahad (18/2/2024).
“Anggap saja calonnya dua, satu Firaun dan satu Musa. Ibaratnya dua, kan ada tiga ya. Kalau pun Anda membela Nabi Musa tapi dengan cara berbohong, Anda bukan karena Allah lagi sudah. Ingat, tujuan sebaik apapun jika diraih dengan cara tidak baik hasilnya tetap jelek,” tambah Buya Yahya.
Dukungan Puluhan Ulama Jatim
Sejumlah ulama, kiai, habaib dan tokoh masyarakat Jatim mengatasnamakan ‘Tokoh Masyarakat Penyelamat Pemilu Jurdil’ menyampaikan pernyataan sikapnya untuk merespons dugaan sejumlah kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan Pemilu 2024.
Ada empat poin tuntutan yang disampaikan oleh mereka, yakni menolak hasil Pemilu 2024, mendesak DPR RI melakukan hak angket untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah, menyatakan mosi tidak percaya kepada penyelenggara pemilu, mosi tidak percaya kepada Presiden RI dan mendesak DPR RI memakzulkan Presiden RI.
Mereka yang hadir dalam deklarasi menolak pemilu curang, di antaranya adalah Habib Taufik Al Jufri, KH Abdul Malik Said, KH Yahya Haminuddin, KH Jakfar Shodiq, KH Umar Hamdan, Ning Eva Munif Djazuli, H Mustofa Bawazier, Isa Anshori, Cak Qomar, Habib Zainal Abidin, Donny HC dan Dhimam Abror.
Cendekiawan Jatim, Habib Zainal Abidin seusai acara Konsolidasi Relawan Pejuang Perubahan dan Deklarasi Tolak Pemilu Curang di Surabaya, Sabtu (24/2/2024) menegaskan, pihaknya berkumpul, bukan hanya membahas soal angka-angka perolehan suara pemilu.
“Kami sejak awal menginginkan Pemilu ini jujur dan adil. Agar dari proses yang baik itu lahirlah pemimpin yang baik. Jadi, kita ini bisa bertemu dari semua komponen yang ada, untuk mengawal Pemilu ini jujur dan adil. Dan, kita akan menentang setiap kecurangan yang ada,” tegasnya dikutip beritajatim.com. ***