Grand Opening Ceremony TdSi 2019, Gubri Syamsuar: Pertahankan Budaya

Hermansyah
731 view
Grand Opening Ceremony TdSi 2019, Gubri Syamsuar: Pertahankan Budaya
Dipimpin langsung oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi bersama Forkompinda Siak tabuh Gambus.

SIAK, datariau.com - Malam puncak perhelatan Grand Opening Ceremony balap sepeda Tour de Siak 2019 dibuka oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi, Rabu (18/9/2019) malam, di Gedung Daerah Sultan Syarif Qasim Kabupaten Siak.

Selain dihadiri oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, tampak hadir Ketua PN Siak, Kapolres Siak, Dandim Bengkalis, H Arwin SH, Wakil Bupati Pelalawan, Ketua Sementara DPRD Siak Zulkifli MSi dan Forkompinda Kabupaten Siak.

Dalam penyampaiannya Bupati Siak Drs H Alfedri MSi mengatakan pada Tour de Siak 2019 kali ini di ikuti sebanyak 55 peserta dari 11 Team Cycling yang mengikuti perlombaan sebanyak 4 etape dan sedikit ada perubahan jalur etape yang akan dilewati oleh peserta yakni melewati tempat-tempat wisata dan bersejarah.

"Peserta melewati 4 etape dengan panjang jarak tempuh 542 kilometer, dengan sedikit ada perubahan etape yang akan dilalui oleh peserta lomba nanti melewati tempat wisata dan sejarah," kata Alfedri.

Tour de Siak 2019, kata Alfedri, memasuki tahun ke 7 dan masuk dalam 100 kalender pariwisata, dengan event Tds ini mudah-mudahan Siak dapat diperkenalkan hingga ke Mancanegara.

Sementara itu Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi yang resmi membuka event tahunan itu, pada acara Grand Opening Ceremony Tour de Siak 2019 hendaknya negeri ini menjadi destinasi wisata Internasional.

"Pak Jokowi pernah memberikan bekal sama saya, untuk memperkenalkan destinasi wisata itu setidak-tidaknya kita harus menyiapkan event-event Internasional. Salah satunya seperti Bakar Tongkang di Bagan Siaapi Api, Pacu Jalur di Taluk Kuantan," kata Syamsuar pada pembukaan atau Grand Opening Ceremony di Gedung Daerah Sultan Syarif Qasim, Rabu (18/9/2019) malam.

Tahun 2019 ini, kata Syamsuar, ada event baru yang dilaksanakan di Kabupaten Kampar yakni Dragon Boad Race dan alhamdulillah juga di ikuti sebanyak 10 team atau Atlit Dayung. 

Kemudian, kita akan membangun otonomi daeaeh khusus seperti di Pulau Rupat dan Rumbai dengan Danau Buatannya. "Saya harap di jaga dan pertahankan budayanya dan tidak lupa juga untuk menjaga kebersihan lingkungan, karena kebersihan yang paling utama," tandasnya.

Mudah-mudahan, lanjut Syamsuar, Siak dengan adanya Istana ini dapat dipromosikan, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dari sektor budaya dan sejarah dan dapat membentuk ekonomi kreatif.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)