Bincang LTKL 2019

Alfedri: Dibalik Asap, Tantangan dan Upaya Kabupaten Siak Melawan Karhutla

Hermansyah
545 view
Alfedri: Dibalik Asap, Tantangan dan Upaya Kabupaten Siak Melawan Karhutla
Bincang Lingkar Temu Kabupaten Lestari di Kabupaten Siak

SIAK, datariau.com - Hari kedua rangkaian Festival Kabupaten Lestari tahun 2019 di Kabupaten Siak dalam kesempatan Bincang Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) tahun 2019 mengusung berbagai tema yang disampaikan masing-masing narasumber berkaitan dengan kerusakan hutan dan lahan.

Kerusakan hutan dan lahan (karhutla) akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. 

Tujuan dari Bincang Lestari ini merupakan sesi diskusi interaktif bertujuan mencari solusi bersama terkait permasalahan kebakaran hutan dan lahan dengan melibatkan multi pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, swasta, mitra, pembangunan, akademisi dan masyarakat. 

Informasi dan sasaran pembelajaran antar kabupaten, mitra pembangunan dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendapatkan solusi bersama atas permasalahan kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai tuan rumah Bupati Siak Drs H Alfedri MSi menyampaikan tema, "Dibalik Asap Tantangan dan Upaya Kabupaten Siak Melawan Kebakaran Hutan dan Lahan". Dimana fenomena yang dihadapi pada tahun 2014-2015 lalu, terjadi musibah Nasional akibat asap yang menimpa Provinsi Riau termasuk Kabupaten Siak. 

Sehingga menyebabkan terganggunya ekonomi, penerbangan dan aktifitas belajar mengajar (sekolah) yang liburkan.

"Kami pada tahun 2016 lalu, secara inkusif berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan ini agar tidak terulang terus menerus. Kami dibantu kawan NGO dan CSU tingkat Nasional, Provinsi dan yang ada di Siak tergabung didalam "Sudagho Siak". Sehingga lahir sebuah pemikiran bagaimana kita membuat sebuah konsep Siak Kabupaten Hijau," kata Alfedri.

Dan ini, lanjut Alfedri, sudah launching oleh ibu Menteri Siti Nurbaya pada tahun 2016 lalu, dengan lahirnya Peraturan Bupati Nomor 22/2018 mengenai Inisiatif Siak Hijau.

Melalui payung hukum ini, kemudian pihaknya melakukan pencegahan dengan cara sosialisasi, melalui penyuluhan kepada masyarakat agar tidak mengolah lahan dengan cara membakar. 

Kemudian Alfedri mengatakan, pada tahun 2016 lalu Pemkab Siak melalui dinas terkait melakukan pengadaan mesin pemadam api portebel di setiap kampung-kampung yang rawan akan terhadap karhutla.

"Di Siak ada 67 kampung yang terdapat lahan gambut dan rentan terhadap karhutla. Sementara, kalau Damkar disiapkan di enam kelaster dengan peralatan yang lengkap. Jika terjadi kebakaran hutan, maka siap untuk pemadaman kebakaran hutan di kampung-kampung terdepan dalam memadamkan api yang tidak dapat dijangkau dengan Damkar, dan dapat menggunakan mesin portebel yang telah diangkat," ungkapnya.

Dari 57 persen total luas lahan di Kabupaten Siak itu lahan gambut dan 21 persen gambut dalam. Tentunya berbagai upaya dalam menyelamatkan lahan gambut ini, maka dibentukkah Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan jumlah personil 5 orang dengan dibantu dana oprasional masing-masing kampung sebesar Rp24 juta/tahun setiap kampung.

"Langkah-langkah inilah yang kami lakukan sehingga dapat menurunkan angka karhutla di Kabupaten Siak. Dan dari hasil pantauan BRG Riau khusunya di Siak pada tahun 2019 ini sampai dengan bulan September, terdapat 2 persen titik api. Meskipun ada kebakaran hutan dan lahan pada akhir September lalu sebanyak 2 titik yang berhasil kita padamkan," terang Alfedri.

Upaya lain yang dilakukan Kabupaten Siak, kata Alfedri, untuk mengatasi karhutla melalui APBD murni 2018 pengadaan alat 6 unit exkapator PC 100 di peruntukan jika terjadi karhutla.

Dan alat ini dapat difungsikan untuk membuat sekat kanal, memotong atau memangkas kepala api agar api tidak bertambah lebar. Kemudian alat ini mampu menjangkau medan yang sulit dan jauh dari badan jalan besar. 

Pada kesempantan itu turut hadir Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ratnasari.

Tak ketinggalan Bupati Kabupaten Sintang Kalimanatan Barat Jarot Winarto, Wakil Bupati Musi Banyuasin Palembang Beni Hernedi, Bupati Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung Mar Ahmad.

Selain itu juga turut dihadiri beberapa Asisten Pemerintahan Daerah yang tidak dapat hadir seperti Asisten Administrasi Umum Kabupaten Gorontalo Her Restu, Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Sigi Andi Ilham, Kadis Perternakan dan Perikanan Kabupaten Sanggau Syafriansyah, beserta sejumlah pimpinan NGO yang tergabung dalam "Sedagho Siak".

Editor
: Hermansyah