Heboh, Sudah Dua Kali Warga Rohul Diterkam Buaya di Sungai Puntung Mahato

datariau.com
4.162 view
Heboh, Sudah Dua Kali Warga Rohul Diterkam Buaya di Sungai Puntung Mahato

PASIRPANGARAIAN, datariau.com - Buaya yang menerkam seorang petani di Sungai Puntung KM 37 Desa Persiapan Mahato Hulu, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) diketahui sejenis buaya katak.

Saat proses pencarian, buaya bermulut panjang yang biasa memakan ikan di sungai tersebut terus menjaga jenazah korban, sekira 20 meter dari TKP, tepatnya di hulu Sungai Puntung.

"Buaya itu masih terus di lokasi penemuan korban. Namun saat ada warga yang menyelam, buaya itu tidak menyerang,"‎ ungkap Kapolsek Tambusai Utara AKP Fauzi dikutip riauterkinicom, Senin (7/8/2017).

AKP Fauzi mengungkapkan, Ahad (6/8/17) pagi sekira pukul 09.00 WIB, korban diterkam buaya bernama Susanto (35)‎ warga KM 19 Desa Persiapan Suka Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, bersama temannya Eka Sudarma (35) baru pulang dari ladangnya berlokasi di Rawa Seribu.

Keduanya menyeberang Sungai Puntung menggunakan getek atau rakit atau pelayangan yang terbuat dari susunan drum bekas‎. Ketika getek berada di tengah sungai, tiba-tiba sling putus dan getek terbawa arus.

Korban Susanto kemudian turun ke aliran sungai untuk mendorong getek, sedangkan temannya Eka Sudarma tetap di atas getek.

"Kawannya ini (Susanto) yang turun ke bawah (sungai). Baru turun langsung disambar.‎ Korban sempat mengatakan 'buaya' dan langsung hilang," ungkap AKP Fauzi.

Melihat Susanto diterkam buaya dan langsung hilang, Eka Sudarma menyelematkan diri dan meminta tolong kepada warga yang sedang memancing, karena daerah itu merupakan lokasi pemancingan.

Setelah dilakukan pencarian cukup lama dipimpin AKP Fauzi dibantu personel Polsek Tambusai Utara dan masyarakat, Ahad sore sekira pukul 18.15 WIB jenazah Susanto ditemukan di sebuah lubuk, atau aliran sungai yang cukup tenang.

Saat dibawa ke Puskesmas Tambusai Utara dua diketahui ada 11 luka bekas gigitan buaya di bagian paha kiri dan bokong korban.

Informasi warga, bahwa ayah dari enam orang anak tersebut akan dikebumikan di kampungnya di daerah Kota Pinang, Sumatera Utara.

Dua Kali Warga Diterkam Buaya di Sungai Puntung

Informasi warga ke pihak Polsek Tambusai Utara ternyata sudah dua kali warga diterkam buaya di Sungai Puntung KM 37 Desa Persiapan Mahato Hulu.

AKP Fauzi mengatakan dari informasi sejumlah masyarakat, beberapa tahun silam, seorang warga asal Pulau Nias, Sumut, juga pernah dilaporkan diterkam buaya di Sungai Puntung.

Sungai Puntung, ungkap AKP Fauzi, seperti penuturan masyarakat, dulunya merupakan aliran Sungai Mahato yang dialihkan atau diputus oknum untuk mengeringkan kawasan Rawa Seribu dan dijadikan lahan kebun kelapa sawit seperti sekarang ini.

Sungai Puntung yang awalnya kanal kini menjadi aliran sungai cukup deras, dan saat ini menjadi tujuan pemancing untuk mencari ikan.

"Sudah dua kali. Warga asal Nias (Sumut) juga pernah diterkam buaya di lokasi ini," ungkap AKP Fauzi kepada riauterkinicom.

AKP Fauzi mengaku belum mengetahui kronologis sebenarnya. Sebab, rekan korban yang selamat, Eka Sudarma masih trauma pasca kejadian, Ahad kemarin.‎

"Rencananya hari ini akan kita temui saksi di rumahnya, karena kemarin dia masih trauma, dan ngomongnya terbata-bata,"‎ tutup AKP Fauzi.

Tag:Buaya
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)