PEKANBARU, datariau.com - SMPN 33 Pekanbaru tengah menuju sekolah berwawasan lingkungan atau yang dikenal sekolah adiwiyata. Hal ini dibuktikan sekolah dengan melakukan kunjungan ke Komplek Bank Indonesia (BI) guna mendapatkan pelatihan hidroponik, Sabtu (21/2/2015) kemarin.
Kepala SMPN 33 Pekanbaru Dr Hj Surya Suhersi MPd, mengatakan, pembelajaran lingkungan tidak selalu harus dilakukan di dalam ruangan atau di sekolah. Seperti yang dilakukan oleh peserta didik SMPN 33 Pekanbaru dengan didampingi beberapa orang guru pendamping serta kepala sekolah, dan duta lingkungan, bertujuan untuk studi lingkungan langsung dari narasumbernya.
"Tujuan kita mengadakan kunjungan ke Komplek BI hari ini untuk menambah pengetahuan siswa SMPN 33. Tentang penanaman hidroponik yang berkaitan adiwiyata. Disamping itu, untuk menumbuh kembangkan semangat siswa juga," ungkap Susi, sapaan akrab Kepala Sekolah Surya Suhersi MPd.
Diterangkan Susi, dengan adanya pengetahuan yang telah didapatkan peserta didik seperti bagaimana memanfaatkan media penanaman air dan polibet, maka pihaknya berharap siswa nantinya sudah bisa melakukan dan mengembangkannya di lingkungan masing-masing.
"Setelah menamatkan sekolah mereka juga bisa memanfaatkan ilmu yang telah mereka dapatkan hari ini," harap Susi.
Sementara Andi Jusparanita, Sekretaris Komunitas Hidroponik Kota Pekanbaru menyampaikan apresiasisnya terhadap SMPN 33 yang mau berkunjung ke Komplek BI guna mempelajari sistem hidroponik. Menurut Andi Jusparanita, sistem hidroponik sendidri ada lima yakni, Fertigasi, Nutient Film Technique (NFT), Airponik, sistem rakit apung dan EBB & Flow.
"Adapun keunggulan memakai sistem hidroponik ini diantaranya, tidak membutuhkan tanah, air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium. Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien, relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan. Memberikan hasil yang lebih banyak dan mudah dalam memanen hasil," jelas Andi.
Nora, salah seorang siswa kelas IX SMPN 33 dan merupakan salah seorang duta lingkungan ketika dimintai tanggapannya mengenai pengalamannya pada pembelajaran out-doot mengatakan sangat senang sekali karena bisa menambah pengalaman serta ilmu.
"Dengan pembelajaran diluar seperti ini, saya telah mendapatkan banyak manfaatnya. Selain dapat menambah ilmu juga nanti saya bersama teman yang lain dapat menerapkannya di sekolah. Sehingga nantinya juga dapat berbagi ilmu kepada teman lainnya yang tidak ikut, seperti bagaiman bercocok tanam dengan baik, menanam buah yang baik dengan sistem hidroponik," ungkap Nora. (ade)