Peran Penting Literasi Digital Untuk Meningkatkan Minat Baca Pelajar Indonesia

mita
2.053 view
Peran Penting Literasi Digital Untuk Meningkatkan Minat Baca Pelajar Indonesia
Foto: Bisnis.com
Ilustrasi: Siswa membaca buku di perpustakaan sekolah.

Tingkat kemampuan literasi digital yang lebih tinggi berkorelasi dengan penggunaan media sosial yang lebih bertanggung jawab dan efektif. Hal ini semakin berbanding lurus dengan kelemahan untuk mengolah informasi, mengembangkan pemahaman, hingga kurangnya kepekaan untuk melakukan analisa kritis terhadap problematika tertentu.

Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan kompetensi digital masyarakat secara keseluruhan.

Faktor-faktor seperti keterbatasan akses ke teknologi di beberapa daerah, kurangnya sumber daya pendidikan yang memadai, dan kebutuhan akan peningkatan kualitas pendidikan guru dalam literasi digital, menjadi beberapa hambatan yang perlu ditangani secara serius.

Oleh karena itu, meskipun literasi digital telah menunjukkan dampak positif, upaya bersama antara pemerintah, sektor pendidikan, dan masyarakat masih sangat diperlukan untuk memastikan bahwa literasi digital dapat secara efektif mengatasi rendahnya literasi pendidikan di Indonesia.

Tanggung jawab atas rendahnya minat baca atau literasi di Indonesia sebenarnya terletak pada berbagai pihak, tidak hanya satu entitas. Faktor-faktor eksternal seperti lingkungan sekolah yang kurang mendukung, peran perpustakaan yang belum maksimal, dan keterbatasan buku atau bahan bacaan menjadi beberapa penyebab langsung yang mempengaruhi minat baca siswa. Sehingga secara singkat kurang etis tentunya jika menyalahkan pihak yang berwenang dalam pendidikan untuk kegagalan mengatasi masalah tersebut.

Peran aktif masyarakat, termasuk orang tua dan media, juga sangat diperlukan untuk mendorong dan memotivasi minat baca sejak dini. Diperlukan upaya-upaya khusus dari semua pihak untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia.

Pada akhirnya semua hal yang berhubungan dengan kualitas literasi khususnya di pendidikan Indonesia memang perlu melakukan evaluasi besar, terutama pada sektor paling kecil di tingkat mikro keluarga, kemudian sekolah, hingga pengambilan kebijakan secara akumulatif serta mendasar.

Kapasitas pemerintah sebagai pemegang kebijakan memiliki tugas lebih tidak hanya mengembangkan teknologi digitalisasi secara tapi juga mampu membaca masalah literasi lebih detail, bahkan mulai dari masalah terendah seperti kekurangan gizi, pemerataan buta aksara, hingga perluasan masalah akses jangkauan digital lebih merata keseluruh pelosok nusantara. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)