PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan Sosialisasi Kewarganegaraan bertema “Bela Negara di Dunia Maya: Pelajar Anti-Hoaks dan Anti-Hate” di SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui penggunaan media digital yang bijak dan bertanggung jawab.
Dalam sosialisasi tersebut, para mahasiswa memberikan pemahaman bahwa konsep bela negara di era digital tidak lagi terbatas pada tindakan fisik semata. Bela negara juga dapat diwujudkan melalui perilaku positif dalam menggunakan media sosial serta kemampuan menyaring informasi yang beredar di dunia maya.
Para peserta mendapatkan materi mengenai berbagai ancaman digital yang saat ini banyak dihadapi generasi muda, seperti penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian (hate speech), dan cyberbullying. Ketiga hal tersebut dinilai dapat memicu perpecahan, merusak persatuan, serta berdampak negatif terhadap kesehatan mental para pelajar.
Baca juga:Mahasiswa Bisnis Digital UMRI Edukasi Siswa MTs Darul Ihsan tentang Bela Negara dan Literasi Digital
Selain itu, siswa juga diajak memahami ciri-ciri berita palsu yang sering beredar di internet, dampak buruk ujaran kebencian terhadap kehidupan sosial, serta pentingnya menjaga jejak digital yang akan terekam dalam jangka panjang. Melalui sesi edukasi yang diselingi diskusi interaktif, para pelajar diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mengajukan pertanyaan terkait fenomena yang sering mereka temui di media sosial.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UMRI juga memperkenalkan konsep “Pahlawan Digital”, yaitu generasi muda yang aktif menciptakan lingkungan internet yang sehat dan aman. Para siswa dibekali langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti memverifikasi informasi sebelum membagikannya, berani melaporkan tindakan perundungan digital, serta memberikan dukungan kepada korban cyberbullying.
Sebagai panduan dalam bermedia sosial, peserta dikenalkan dengan metode T.H.I.N.K (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind). Metode ini mengajarkan pengguna internet untuk mempertimbangkan apakah informasi atau komentar yang akan dibagikan benar, bermanfaat, menginspirasi, diperlukan, dan disampaikan dengan cara yang baik.
Baca juga:Mahasiswa Farmasi UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Anak Panti Asuhan Al Akbar
Melalui penerapan metode tersebut, diharapkan para pelajar mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak serta berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang positif, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan aktif dan menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai isu yang dibahas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMRI berharap para pelajar semakin memahami peran penting mereka sebagai generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kemampuan menjadi pengguna internet yang cerdas, kritis, dan beretika menjadi bagian penting dari implementasi bela negara di era digital.***
Baca juga:Mahasiswa Farmasi UMRI Edukasi Pelajar SMKF Ikasari Pekanbaru tentang Bahaya Radikalisme di Era Digital