SMM PANEL INDO

Mahasiswa Sosiologi UNRI Bawa Budaya Melayu ke Panggung Asia Tenggara Lewat KKN Internasional di Malaysia

datariau.com
127 view
Mahasiswa Sosiologi UNRI Bawa Budaya Melayu ke Panggung Asia Tenggara Lewat KKN Internasional di Malaysia

KEDAH, MALAYSIA, datariau.com - Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) memperluas langkah ke kancah internasional melalui kegiatan International Community Service (ICS) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada 2-9 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Sustainable Malay Culture as Social Capital of the Kindred Societies of Southeast Asia”. Program ini menjadi bagian dari komitmen Jurusan Sosiologi FISIP UNRI dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, khususnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tidak sekadar menjalankan program pengabdian, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam lingkungan internasional.

Baca juga:Guru Besar Sosiologi FISIP UNRI Prof Siti Sofro Sidiq Dorong Percepatan Penetapan Tanah Adat Suku Talang Mamak di Rantau Langsat


Program ini melibatkan perguruan tinggi dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand, serta masyarakat Kampung Yan, Kedah Darul Aman, Malaysia.

Jurusan Sosiologi FISIP UNRI mengirimkan empat mahasiswa dalam kegiatan tersebut, yakni Regita Efrizal, Dzakiyyah Nuha, Sundari Salmedi, dan Haliza Fatia. Keempat mahasiswa didampingi Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Dian Kurnia Anggreta, S.Sos., M.Si.

Selama program berlangsung, delegasi UNRI berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan mitra internasional, di antaranya Universitas Teuku Umar, Universitas Malikussaleh, Universitas Halu Oleo, Universiti Sains Malaysia, Universiti Utara Malaysia, serta masyarakat Kampung Yan, Kedah Darul Aman.

Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga:108 Mahasiswa UNRI Dilepas Laksanakan Kukerta Tematik Literasi di Kabupaten Bengkalis


Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar internasional yang digelar di Universiti Utara Malaysia. Forum tersebut mempertemukan akademisi, mahasiswa, serta organisasi kemahasiswaan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai isu sosial, budaya, pendidikan, dan pengembangan masyarakat.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA), pemaparan profil institusi, serta diskusi mengenai peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian antarperguruan tinggi.

Setelah agenda akademik, peserta bergerak ke Kampung Yan, Kedah Darul Aman untuk melaksanakan International Community Service. Berbagai kegiatan dilakukan bersama masyarakat, mulai dari penanaman pohon, interaksi dengan warga, gotong royong, riset kolaboratif, hingga presentasi hasil penelitian.

Kegiatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pengabdian. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk memberikan kontribusi, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial, potensi lokal, serta kehidupan masyarakat setempat.

Baca juga: Profesor Sosiologi FISIP UNRI Pamerkan Kearifan Lokal Suku Talang Mamak Dalam Forum Seminar Antarbangsa di Malaysia


Penguatan hubungan masyarakat serumpun juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Peserta mengikuti malam keakraban dan pertunjukan seni sebagai ruang pertukaran budaya.

Selain itu, peserta melakukan kunjungan edukatif ke Penang Hill dan kawasan warisan budaya George Town. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat sejarah, perkembangan kota, serta kekayaan budaya masyarakat Malaysia.

Ketua penyelenggara kegiatan dalam sambutannya menegaskan bahwa International Community Service dan KKN Internasional merupakan salah satu langkah untuk membangun kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga:Dosen Sosiologi FISIP UNRI Taja Diskusi Potensi dan Tantangan Pengelolaan Hutan Adat di Istana Sultan Mahmud Syah Kampar


Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan masyarakat serumpun yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. International Community Service dan KKN Internasional tidak hanya menjadi media pertukaran pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, memperkuat nilai-nilai budaya Melayu sebagai modal sosial masyarakat serumpun, serta menghasilkan kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun institusi yang terlibat,” ujarnya.

Pelaksanaan ICS dan KKN Internasional di Kampung Yan juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Berbagai aktivitas dirancang dengan melibatkan partisipasi warga sehingga tercipta interaksi dua arah antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Baca juga:Mahasiswa Sosiologi UNRI Gelar Program Green Action Team di Dua Desa


Melalui interaksi tersebut, peserta dapat saling bertukar pengalaman, membangun semangat gotong royong, sekaligus menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan secara bersama.

Di sisi lain, riset kolaboratif yang dilakukan bersama akademisi dari perguruan tinggi mitra diharapkan menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat mendukung pengembangan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu.

Budaya Melayu dalam program ini tidak hanya diposisikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai modal sosial yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun hubungan masyarakat serumpun di Asia Tenggara.

Bagi mahasiswa, pengalaman mengikuti kegiatan internasional tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan akademik, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, serta kepekaan sosial.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Sementara bagi dosen, program ini membuka ruang lebih luas untuk memperkuat jejaring kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan berbagai institusi di Malaysia maupun negara Asia Tenggara lainnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)