INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan edukatif di desa binaan. Kali ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak Membangun Kampung melaksanakan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah serta pelatihan pembuatan lubang resapan biopori di Desa Gudang Batu, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan KUKERTA UNRI yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan melalui penerapan teknologi biopori.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Biopori Dalam Penanggulangan Banjir
Ketua Kelompok KUKERTA UNRI Berdampak Membangun Kampung Desa Gudang Batu, Ryan Zulyansyah, mengatakan program ini dirancang agar masyarakat mampu memanfaatkan potensi pekarangan rumah secara lebih produktif sekaligus memahami pentingnya pengelolaan sampah organik.
"Program ini dijalankan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pekarangan rumah yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan secara optimal bagi keluarga. Selain itu, melalui pelatihan pembuatan biopori, kami berharap masyarakat memahami cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan," ujarnya.
Baca juga:
Pengabdian Mahasiswa Kukerta UNRI Kelurahan Tobek Godang Bantu Sukseskan Program Kampung Iklim Utama dan Lestari
Kegiatan tersebut dihadiri perangkat desa, kader PKK, dan masyarakat Desa Gudang Batu yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias.
Pada sesi sosialisasi, mahasiswa KUKERTA menghadirkan Ardian Syahputra sebagai pemateri. Ia menjelaskan pentingnya mengoptimalkan lahan pekarangan rumah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, pekarangan dapat dijadikan lahan produktif untuk menanam berbagai jenis sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), rempah-rempah, hingga tanaman buah yang mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus mengurangi pengeluaran keluarga.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Aktifkan Lahan Toga dan Biopori di Desa Danau Tiga
Selain memberikan manfaat ekonomi, pemanfaatan pekarangan juga berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan asri. Melalui penyampaian materi secara interaktif, peserta juga diberikan contoh teknik penataan pekarangan serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Rita Indriaty menegaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah memiliki banyak manfaat bagi keluarga.
"Pemanfaatan pekarangan rumah sangat penting karena dapat digunakan untuk bercocok tanam, terutama menanam tanaman obat keluarga (TOGA) maupun tanaman yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan memanfaatkan pekarangan secara optimal, keluarga dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan tetap produktif," katanya.
Baca juga:Mahasiswa KKN MAS 107 Desa Delima Jaya Laksanakan Proker Pembuatan Lubang Biopori
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan lubang resapan biopori menggunakan media tanah di dalam ember sebagai alat peraga.
Mahasiswa menjelaskan fungsi biopori sebagai solusi sederhana untuk mengurangi genangan air, meningkatkan daya resap tanah, sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos alami.
Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan biopori, mulai dari menentukan lokasi, melakukan pengeboran tanah, memasang pipa biopori, hingga memasukkan sampah organik ke dalam lubang.
Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Kenalkan Biopori sebagai Solusi Genangan di Lahan Cabai Desa Ketam Putih
Melalui praktik tersebut, masyarakat diharapkan mampu menerapkan teknologi biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Gudang Batu, Tukarjo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KUKERTA Universitas Riau yang menghadirkan kegiatan edukatif sekaligus aplikatif bagi masyarakat.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Cegah Diabetes Melitus Lewat Pemanfaatan TOGA
"Saya memberikan tanggapan yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Sosialisasi dan pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat karena masih banyak masyarakat yang belum memahami cara memanfaatkan pekarangan rumah maupun pembuatan biopori. Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya ibu-ibu, memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan di pekarangan rumah masing-masing. Saya berharap kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat untuk lebih giat menanam sayuran, cabai, maupun tanaman lainnya sehingga pekarangan rumah dapat dimanfaatkan secara lebih produktif," ungkapnya.