KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Sungai Sirih menggelar sosialisasi kenakalan remaja di SMP Negeri 4 Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 125 siswa kelas VIII dan IX ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja beserta dampaknya terhadap masa depan.
Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Kukerta terhadap perkembangan remaja yang berada pada fase usia 13 hingga 15 tahun. Pada usia tersebut, remaja dinilai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sedang mencari jati diri, serta rentan terpengaruh oleh lingkungan dan pergaulan teman sebaya.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari masukan Kepala Desa Sungai Sirih yang menginginkan adanya edukasi mengenai balap liar yang masih menjadi perhatian di kalangan remaja. Menindaklanjuti hal tersebut, mahasiswa Kukerta menyusun materi yang tidak hanya membahas balap liar, tetapi juga bahaya penyalahgunaan narkotika serta tindakan bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Gelar Senam Bersama dan Jalan Santai, Warga Desa Pasar Baru Pangean Antusias Dukung GERMAS
Untuk memperkuat materi yang disampaikan, mahasiswa Kukerta menghadirkan Bhabinkamtibmas Desa Sungai Sirih, AIPDA Eky Boy Venalosa, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai risiko yang ditimbulkan akibat balap liar dan penyalahgunaan narkotika, mulai dari ancaman keselamatan, konsekuensi hukum, hingga dampak sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Menurutnya, balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak pernah mencoba narkotika karena dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, serta berpotensi menjerat pelaku ke dalam persoalan hukum.
"Sebagai pelajar, kalian memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai rasa ingin tahu membuat kalian terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Gunakan masa muda untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat," ujar AIPDA Eky Boy Venalosa di hadapan para siswa.
Baca juga:FISIP Berdampak UNRI Gandeng TUKR Edukasi Warga Sri Meranti Kelola Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi
Selain menghadirkan materi dari kepolisian, mahasiswa Kukerta Universitas Riau, Rifka Humaida dan Devi Novita Simanungkalit, turut memberikan edukasi mengenai bullying. Keduanya menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying yang semakin marak seiring perkembangan teknologi digital.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying, baik terhadap korban maupun pelaku. Tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tindakan tersebut juga dapat memengaruhi prestasi belajar, hubungan sosial, bahkan perkembangan mental anak dalam jangka panjang.
Agar penyampaian materi lebih mudah dipahami, mahasiswa Kukerta menggunakan metode interaktif dengan memperagakan berbagai contoh perilaku bullying bersama beberapa siswa. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak mengenali tindakan yang termasuk perundungan serta memahami batas antara candaan dan tindakan yang dapat melukai orang lain.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Gerakan PHBS di SDN 007 Pasar Usang Baserah, Tanamkan Budaya Hidup Sehat Sejak Dini
Rifka Humaida mengatakan masih banyak pelajar yang menganggap tindakan mengejek atau mempermalukan teman sebagai hal biasa. Padahal, perilaku tersebut dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban.
"Melalui kegiatan ini kami berharap siswa dapat lebih memahami batas antara bercanda dan bullying sehingga dapat tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai satu sama lain," katanya.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber, mulai dari persoalan pergaulan remaja, penggunaan media sosial yang bijak, hingga cara menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Gerakan Anti-Bullying di SDN 002 Pasar
Usang Baserah, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Diskusi interaktif tersebut menunjukkan tingginya kepedulian para siswa terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa Kukerta pun memberikan berbagai solusi dan pendekatan yang dapat dilakukan agar para pelajar mampu menghadapi tantangan masa remaja secara positif.
Pihak SMP Negeri 4 Singingi memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekolah menilai sosialisasi yang digelar mahasiswa Kukerta Universitas Riau memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi para siswa, terutama dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi, media sosial, serta pengaruh lingkungan yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap para siswa semakin memahami risiko dari berbagai bentuk kenakalan remaja dan memiliki kesadaran untuk menjauhi perilaku negatif seperti balap liar, penyalahgunaan narkotika, maupun bullying.
Dengan meningkatnya pemahaman tersebut, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan saling menghormati, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.***
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Hijaukan Desa Dusun Pusaka, Tanam Bibit Durian dan Jengkol Bernilai Ekonomis