DUMAI, datariau.com - Persoalan sampah, khususnya sampah plastik, masih menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, menginisiasi program edukasi pengelolaan sampah bersama siswa SMP Negeri 09 Dumai.
Program ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna melalui pembuatan ecobrick.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada para siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta memberikan edukasi mengenai berbagai jenis sampah, dampak sampah plastik terhadap lingkungan, serta pentingnya membiasakan diri memilah dan mengelola sampah dengan baik.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Sampah Plastik Menjadi Barang Kreatif melalui Ecobrick di Sekolah Lansia Sadar Sehat Kampung Baru
Melalui edukasi tersebut, siswa diajak memahami bahwa sampah tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna.
Setelah mendapatkan materi, para siswa kemudian dilibatkan dalam pengumpulan sampah plastik di lingkungan sekitar sekolah. Sampah yang terkumpul selanjutnya digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan ecobrick.
Dalam proses pembuatannya, sampah plastik dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan hingga menghasilkan ecobrick yang cukup kokoh untuk dimanfaatkan sebagai material dalam berbagai kebutuhan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai penerapan konsep pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Pembuatan Ecobrick di SMPN 1 Pinggir
Tidak berhenti pada pembuatan ecobrick, mahasiswa Kukerta bersama pihak sekolah kemudian memanfaatkan hasil tersebut untuk membangun taman ecobrick di lingkungan SMP Negeri 09 Dumai, Kelurahan Basilam Baru.
Taman ecobrick tersebut menjadi wujud nyata dari kolaborasi antara mahasiswa dan warga sekolah dalam mengelola sampah plastik. Material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini diolah menjadi bagian dari fasilitas lingkungan sekolah sekaligus memperindah kawasan sekolah.
Pembangunan taman tersebut juga menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Keterlibatan siswa sejak tahap edukasi, pengumpulan sampah, pembuatan ecobrick hingga pemanfaatannya menjadi taman memberikan pengalaman yang diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Mahasiswa Kukerta UNRI berharap keberadaan taman ecobrick tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar fasilitas penghijauan, taman itu diharapkan menjadi media edukasi yang mengingatkan siswa bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat dikelola dan diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Melalui program ini, mahasiswa Kukerta UNRI turut mendorong lahirnya kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. Edukasi dan praktik sederhana seperti pemilahan serta pemanfaatan sampah diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di SMP Negeri 09 Dumai dan Kelurahan Basilam Baru.***