KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan program edukasi pengelolaan sampah yang dipadukan dengan pemasangan papan edukasi umur sampah terurai di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah yang benar sejak usia dini.
Program tersebut melibatkan siswa-siswi SD Negeri 010 Sungai Bawang sebagai peserta utama kegiatan edukasi. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa Kukerta memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kebiasaan positif dalam mengelola sampah.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami oleh para siswa. Materi yang diberikan mencakup pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak pencemaran lingkungan akibat sampah, hingga tata cara memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sungai Bawang Latih Warga Membuat Sabun Cuci Tangan Berbahan Daun Sirih
Selain memberikan teori, mahasiswa juga mengajak para siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, serta mendaur ulang sampah melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa Kukerta berharap para siswa memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi bersama mahasiswa, hingga mengikuti sesi tanya jawab dengan penuh rasa ingin tahu.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasikan Keamanan Pangan Berbasis BPOM dan Latih Warga Olah Limbah Sawit Jadi Briket
Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan tingginya minat siswa untuk mempelajari cara menjaga lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa ke rumah sehingga dapat menjadi kebiasaan yang turut diterapkan bersama keluarga.
Usai kegiatan edukasi, mahasiswa Kukerta UNRI melanjutkan program dengan memasang papan edukasi mengenai umur sampah terurai di dua titik strategis, yakni di halaman SD Negeri 010 Sungai Bawang dan halaman Kantor Desa Sungai Bawang.
Papan edukasi tersebut memuat informasi mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai secara alami di lingkungan. Informasi yang disajikan mencakup berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik, plastik, kaleng, hingga bahan-bahan lain yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.
Melalui media informasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Perbedaan waktu penguraian setiap jenis sampah menjadi pengingat bahwa kebiasaan memilah dan mengurangi penggunaan bahan yang sulit terurai merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua Tim Kukerta UNRI Desa Sungai Bawang menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menggabungkan edukasi dengan aksi nyata sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus diawali dengan peningkatan pengetahuan. Setelah masyarakat memahami dampak sampah terhadap lingkungan, diperlukan media pengingat yang dapat dilihat setiap hari agar kebiasaan baik tersebut terus diterapkan.
"Papan edukasi ini diharapkan menjadi sarana informasi yang terus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah dengan benar. Edukasi tidak berhenti saat sosialisasi selesai, tetapi terus berlanjut melalui media yang tersedia di lingkungan desa," ujarnya.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Kukerta UNRI dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kehadiran papan edukasi diharapkan mampu menjadi sumber informasi yang dapat dimanfaatkan oleh warga maupun generasi muda dalam memahami dampak sampah terhadap lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI berharap kesadaran masyarakat Desa Sungai Bawang terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Dengan membiasakan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih lestari bagi generasi mendatang.***