Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasikan Keamanan Pangan Berbasis BPOM dan Latih Warga Olah Limbah Sawit Jadi Briket

datariau.com
61 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasikan Keamanan Pangan Berbasis BPOM dan Latih Warga Olah Limbah Sawit Jadi Briket

KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar sosialisasi mengenai keamanan pangan berdasarkan edukasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), edukasi nutrisi seimbang, serta pelatihan pembuatan briket berbahan limbah tandan kosong kelapa sawit (tankos) di Gedung Balai Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang diikuti perangkat desa dan masyarakat Desa Sungai Bawang tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah perkebunan secara produktif dan ramah lingkungan.

Program kerja ini dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan pangan sesuai pedoman BPOM, penerapan gizi seimbang, serta optimalisasi potensi limbah kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Pelatihan Pembuatan Bio-Briket, Dorong Pemanfaatan Limbah Biomassa Jadi Energi Alternatif


Melalui kombinasi antara penyuluhan dan pelatihan praktik, mahasiswa berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Desa Sungai Bawang merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit. Aktivitas perkebunan tersebut menghasilkan limbah tandan kosong kelapa sawit dalam jumlah yang cukup besar. Selama ini, limbah tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan dan berdampak terhadap lingkungan.

Padahal, tankos memiliki potensi untuk diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomis. Di sisi lain, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan pangan sesuai standar BPOM dan pola konsumsi bergizi juga dinilai masih perlu terus dilakukan.

Baca juga:Briket, Solusi Energi Alternatif Ramah Lingkungan Kampung Jayapura Siak


Kegiatan diawali dengan sosialisasi keamanan pangan yang mengacu pada materi edukasi BPOM serta edukasi nutrisi seimbang yang disampaikan oleh mahasiswa Kukerta UNRI. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pengetahuan mengenai pentingnya memilih pangan yang aman dikonsumsi, cara mengenali pangan yang memenuhi ketentuan keamanan, pentingnya membaca informasi pada label kemasan, memperhatikan izin edar BPOM, tanggal kedaluwarsa, serta menerapkan pola makan sesuai prinsip gizi seimbang.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan pangan maupun pola konsumsi sehat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap materi yang disampaikan.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan pembuatan briket berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit. Dalam sesi praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan tankos menjadi briket, mulai dari pengenalan bahan baku, tahapan pembuatan, hingga manfaat penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sorek Dua Manfaatkan Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Briket


Masyarakat juga diberi kesempatan menyaksikan secara langsung proses pembuatan briket sehingga dapat memahami setiap tahapan pengolahannya dengan lebih baik.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada salah satu bentuk pemanfaatan limbah perkebunan yang tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. Briket berbahan dasar tankos dinilai berpeluang dikembangkan sebagai usaha berbasis potensi lokal yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Sungai Bawang. Tingginya partisipasi peserta terlihat sejak awal sosialisasi hingga pelaksanaan praktik pembuatan briket.

Baca juga:Inovasi Mahasiswa Kukerta UNRI Mengubah Tempurung Kelapa Menjadi Briket Ramah Lingkungan


"Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Kami jadi lebih memahami cara memilih pangan yang aman sesuai anjuran BPOM. Ternyata limbah tandan kosong kelapa sawit juga bisa diolah menjadi briket yang memiliki nilai manfaat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diadakan," ujar salah seorang warga Desa Sungai Bawang.

Penulis
: Tesa Fifia Ayuza
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)