Mahasiswa KUKERTA UNRI Digitalisasi 11 UMKM Kerupuk Sagu di Kuansing, Bantu Buat Logo hingga Daftarkan ke Google Maps

datariau.com
113 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Digitalisasi 11 UMKM Kerupuk Sagu di Kuansing, Bantu Buat Logo hingga Daftarkan ke Google Maps

KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 yang bertugas di Desa Pulau Kijang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, menghadirkan inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program digitalisasi dan penguatan identitas usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk sagu.

Melalui program tersebut, mahasiswa membantu 11 pelaku UMKM kerupuk sagu dengan membuat desain logo, spanduk usaha, serta mendaftarkan lokasi usaha mereka ke Google Maps. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus mempermudah konsumen menemukan lokasi usaha secara digital.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dodi Dahnuss, S.Pd., M.Pd. Adapun tim KUKERTA UNRI 2026 Desa Pulau Kijang terdiri atas Ferdi Hasan Harahap, Indah Malinda, Nasywa Dwi Cahyani, Kurni Irfansah, Gio Nugraha Albadri, Suci Mauda Alifia, Aprillia Dwi Rahayu, Indri Rahmadani, Yulia Respi, dan Yospi Merlin.

Baca juga:Bukan Sekadar Logo, Data Riau Usung Aksara Arab Melayu sebagai Simbol Budaya dan Jati Diri Media Online Riau


Program tersebut lahir dari hasil observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa sejak awal masa pengabdian di Desa Pulau Kijang. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa kerupuk sagu merupakan salah satu produk unggulan masyarakat setempat yang telah diproduksi secara turun-temurun. Keberadaan komoditas sagu yang melimpah di Kabupaten Kuantan Singingi menjadi salah satu faktor yang menjadikan usaha kerupuk sagu berkembang di desa tersebut.

Namun demikian, mahasiswa menemukan masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam aspek pemasaran. Sebagian besar produk kerupuk sagu dipasarkan tanpa identitas merek yang kuat. Kemasan produk masih sederhana dan belum dilengkapi logo maupun desain yang mampu menjadi ciri khas masing-masing usaha.

Selain itu, keberadaan lokasi usaha para pelaku UMKM juga belum terdaftar pada platform digital sehingga menyulitkan calon pembeli, khususnya dari luar daerah, untuk menemukan lokasi produksi maupun melakukan pemesanan secara langsung.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Dukung Transformasi UMKM melalui Legalitas dan Branding Usaha


Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau kemudian menyusun program kerja yang berfokus pada penguatan branding dan digitalisasi UMKM. Program ini tidak hanya membantu menciptakan identitas visual yang lebih profesional, tetapi juga memperkenalkan pelaku usaha kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Kami melihat kerupuk sagu di sini memiliki kualitas yang sangat baik dan sudah menjadi produk khas masyarakat Pulau Kijang. Namun sebagian besar produknya masih belum memiliki logo sehingga kurang memiliki identitas yang kuat. Karena itu kami berinisiatif membantu membuatkan desain logo agar produk mereka lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi," ujar salah seorang anggota tim KUKERTA Universitas Riau.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan wawancara dengan setiap pemilik UMKM untuk menggali informasi mengenai sejarah usaha, karakter produk, filosofi usaha, hingga keinginan pemilik terhadap desain yang akan dibuat. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap logo benar-benar merepresentasikan identitas masing-masing pelaku usaha.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Resmikan Peta Profil Desa Sungai Batang, Permudah Akses Informasi dan Potensi Desa


Setelah proses pengumpulan data selesai, mahasiswa mulai menyusun konsep desain, melakukan revisi berdasarkan masukan pemilik usaha, hingga akhirnya mencetak logo beserta spanduk yang kemudian diserahkan langsung kepada seluruh UMKM sasaran.

Tidak hanya memperkuat identitas visual, mahasiswa juga melakukan digitalisasi usaha dengan mendaftarkan nama usaha beserta titik lokasi resmi seluruh UMKM kerupuk sagu ke Google Maps. Melalui langkah tersebut, masyarakat maupun calon pelanggan dari luar daerah kini dapat menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah menggunakan aplikasi navigasi.

Digitalisasi tersebut dinilai menjadi langkah penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Kehadiran UMKM pada platform digital diyakini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Baca juga:Mahasiswa KKN MAs UMRI Kelompok 136 Sosialisasi Kompetensi Digital dan Keamanan Usaha di Kampung Merangkai


Salah seorang pelaku UMKM penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan program yang dijalankan mahasiswa KUKERTA Universitas Riau tersebut.

"Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KUKERTA yang sudah membuatkan logo untuk usaha kerupuk sagu kami. Sekarang produk kami jadi terlihat lebih profesional dan mudah diingat pembeli," ungkapnya.

Kepala Desa Pulau Kijang juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa dalam membantu pengembangan UMKM desa. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata karena tidak hanya menghasilkan desain logo, tetapi juga memperkenalkan pelaku usaha ke dunia digital yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

Baca juga:Mahasiswa KKN MBKM UNRI Bantu Pembuatan Titik Google Maps UMKM Jamu Ragil Ayu Desa Bandar Sungai


Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga berbagai potensi desa dapat terus dikembangkan melalui inovasi mahasiswa.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual kerupuk sagu sebagai salah satu produk unggulan Desa Pulau Kijang. Dengan identitas merek yang lebih kuat, kemasan yang lebih menarik, serta keberadaan usaha di Google Maps, para pelaku UMKM diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan.

Penulis
: Suci Mauda Alifia
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)