SIAK, datariau.com - Setelah kurang lebih 40 hari melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Kelompok 61 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun 2026 menutup masa pengabdiannya dengan meninggalkan sebuah karya bagi masyarakat.
Karya tersebut berupa Buku Profil Kampung Bunsur yang secara resmi diserahkan oleh Ketua Kelompok 61 KKN UMRI, Yucky Ade Pamungkas, kepada Krani Kampung Bunsur dalam acara pelepasan dan perpisahan bersama masyarakat, Sabtu (5/9/2026).
Penyerahan buku profil menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian acara perpisahan mahasiswa KKN dengan masyarakat. Di hadapan masyarakat dan perangkat kampung, Yucky menyerahkan hasil karya kelompoknya sebagai bentuk kontribusi sekaligus dokumentasi selama menjalankan pengabdian di Kampung Bunsur.
Baca juga:Merah Putih Berkibar di Kampung Bunsur, KKN 61 UMRI Hidupkan Semangat Kemerdekaan Bersama Warga Sungai Apit
Buku Profil Kampung Bunsur merupakan salah satu program kerja Kelompok 61 KKN UMRI yang disusun untuk menghimpun berbagai informasi mengenai kampung tersebut. Buku itu tidak hanya memuat gambaran umum Kampung Bunsur, tetapi juga mendokumentasikan potensi, kehidupan masyarakat, serta berbagai informasi yang menggambarkan identitas kampung.
Bagi Kelompok 61, buku tersebut bukan sekadar kumpulan halaman dan informasi. Di dalamnya terangkum berbagai cerita yang mereka temui selama berada di tengah masyarakat, termasuk kehidupan sosial, potensi kampung, serta pengalaman selama menjalankan berbagai kegiatan pengabdian.
Melalui penyusunan buku tersebut, mahasiswa berupaya mendokumentasikan kondisi dan potensi Kampung Bunsur sehingga dapat menjadi sumber informasi sekaligus arsip yang dapat dimanfaatkan oleh pihak kampung di kemudian hari.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 Ajarkan Teknik Ecoprint di MDTA Rahmatul Amin Kampung Bunsur
Penyerahan buku juga menjadi simbol bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. Meski para mahasiswa harus kembali ke lingkungan kampus dan aktivitas masing-masing, karya yang mereka hasilkan diharapkan tetap berada di tengah masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Momen tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung bersamaan dengan acara perpisahan Kelompok 61 KKN UMRI bersama masyarakat Kampung Bunsur. Setelah melewati berbagai kegiatan, program kerja, serta kebersamaan selama kurang lebih 40 hari, mahasiswa akhirnya menyerahkan salah satu hasil kerja mereka kepada kampung yang telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian.
Bagi mahasiswa KKN, kepulangan bukan hanya tentang meninggalkan tempat pengabdian. Ada harapan agar sesuatu yang telah dikerjakan dapat tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 Peringati Maulid Nabi di Musholla Al Amanah Kampung Bunsur
Melalui Buku Profil Kampung Bunsur, Kelompok 61 KKN UMRI berharap informasi dan dokumentasi yang telah dihimpun dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat maupun perangkat kampung serta menjadi arsip yang merekam kondisi dan potensi Kampung Bunsur pada masa pelaksanaan KKN Tahun 2026.