Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Tri Manunggal Lakukan Inovasi Pengolahan Teh dari Daun Kelor

datariau.com
1.469 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Tri Manunggal Lakukan Inovasi Pengolahan Teh dari Daun Kelor

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampungmerupakan salah satu program dari Universitas Riau yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Riau dengan kriteriaminimal sudah menjalani 80 SKS mata kuliah.

KKN Bangun Kampung ini merupakan bentuk kegiatan pembelajaran yang mengasah softskill kemitraan dan kolaborasi lintas disiplin serta leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah pedesaan.

Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah masyarakat di luar kampus, dengan langsung berkolaborasi bersama masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah, serta mengembangkan potensi suatu desa/daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada di desa/daerah tersebut. Lokasi Kuliah Kerja Nyata yang disediakan oleh Universitas adalah di seluruh desa yang ada di Provinsi Riau.

Desa Tri Manunggal merupakan salah satu dari antara desa tersebut. Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung di desa Tri Manunggal, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar terdiriatas 10 mahasiswa yang dibimbing oleh Dr Neni Hermita SPd MPd dan diketuai oleh Muhammad Imam Wahyudiyang beranggotakan Muthia Putri Anjani, Siti Nurani Herlina Tamba, Ferina Anisa, Wina Annisa Burhani, Nur Syafika, Maryam Robani, Widya Kumala Sari, Ahmad Ridho Mardanidan Fauzi Riski Lubis.

Program kerja utama kegiatan ini adalah berfokus pada pemanfaatan serta memaksimalkan potensi desa (pohon kelor) dengan tujuan untuk meningkatkanpendapatan desa Tri Manunggal.

​Tanaman Kelor (moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Kelor dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis pada semua jenis tanah dan tahan terhadap musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan sampai 6 bulan.

Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi).

Di Afrika dan Asia, daun kelor direkomendasikan sebagai suplemen yang kaya zat gizi untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan.

Semua bagian dari tanaman kelor memiliki nilai gizi, berkhasiat untuk kesehatan dan manfaat di bidang industri.

Kelor tidak hanya kaya akan nutrisi akan tetapi juga memiliki sifat fungsional karena tanaman ini mempunyai khasiat dan manfaat bagi kesehatan manusia.

Baik kandungan nutrisi maupun berbagai zat aktif yang terkandung dalam tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan makhluk hidup dan lingkungan.

Oleh karena itu kelor mendapat julukan sebagai “miracle tree”. Disamping itu, kelor sangat berpotensi digunakan dalam pangan, kosmetik dan industri.

Pembuatan teh dari daun kelor menjadi teh herbal menjadi yang pertama dan satu-satunya produk teh celup yang akan dikembangkan di desa Tri Manunggal.

Mahasiswa Kukerta tertarik untuk membuat produk ini adalah dikarenakan melihat peluang teh kelor di desa ini cukup potensial.

Hampir di setiap pekarangan warga desa terdapat pohon kelor. Cara budidaya pohon kelor yang tergolong mudah juga menjadi pertimbangan besar bahwa UMKM teh dari daun kelor akan mampu meningkatkan pendapatan desa Tri Manunggal.

Sebelum melaksanakan produksi/pembuatan teh dari daun kelor, mahasiswa KKN terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi mengenai teh dari daun kelortersebut sebanyak dua kali. Sosialisasi pertama dilakukanpada 19 Juli 2023 di Posyandu Mekar Arum Sari I.

Kegiatan ini dihadiri oleh ibu Kepala Desa serta ibu-ibu kaderposyandu.

Uraian kegiatan yang dilakukan adalah berupa penyampaian mengenai gambaran umum daun kelor, apa saja manfaat dari daun kelor, apa saja manfaat mengkonsumsi teh dari daun kelor serta bagaimana cara mengolah daun kelor menjadi teh celup.

Minuman celup merupakan produk olahan minuman yang praktis dan dikemas dalam kemasan kantong yang terbuat dari filter paper dan dimaksudkan dalam penyajiannya secara cepat dan instan dibandingkan menggunakan daun utuh. Sehingga pembuatan teh dari daun kelor ini akan mempermudah dalam penyajiannya.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN langsung mempraktekkan bagaimana cara pembuatan teh tersebut dimana sebelumnya mahasiswa KKN sudah menyediakan daun kelor yang sudah dikeringkan untuk mempersingkat waktu, kemudian menyangrai daun kelor tersebut serta memasukkan daun ke dalam kantong teh.

Agar sosialisasi yang dilakukan bersifat dua arah, maka mahasiswa KKN juga melibatkan ibu-ibu yang hadir untuk sama-sama memasukkan daun kelor ke dalam kantong teh. Selama kegiatan produksi, mahasiswa KKN juga menyajikan teh daun kelor yang sudah diseduh untuk dicicipi oleh ibu-ibu yang hadir. Kegiatan ini juga terdiri atas diskusi dan tanya jawab yang membuat sosialisasi ini cukup responsif.

Demonstrasi pembuatan teh dari daun kelor yang kedua dilakukan pada 02 Agustus 2023 di aula desa Tri Manunggal.

Kegiatan ini dihadiri oleh ibu kepala desa, ibu-ibu PKK serta ibu-ibu RT/RW desa Tri Manunggal.

Sama seperti kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, hanya saja kegiatan kali ini memiliki partisipan yang lebih banyak dari sebelumnya serta bahan utama (daun kelor) disediakan oleh ibu-ibu PKK dan mahasiwa KKN hanya memandu.

Pada produksi kali ini juga, teh daun kelor sudah memiliki poch/ kemasan sendiri. Diselaproduksi, juga dilakukan diskusi dimana hasil dari diskusi tersebut adalah produk teh dari daun kelor ini akan dipasarkan ketika HUT Pramuka yang akan diadakan pada tanggal 11-14 Agustus 2023 dimana Desa Tri Manunggal menjadi tuan rumah dari acara tersebut.

Produk ini juga rencananya akan dipasarkan pada saat HUT RI pada tanggal 17 Agustus 2023. Produk teh celup yang akan dipasarkan terdiri atas dua versi yaitu berupa teh celup dalam poch dan teh siap konsumsi berupa es teh yang sudah divariasikan rasanya. Untuk rencana launcing produk ini di acara HUT pramuka, mahasiswa KKN yang bekerjasama dengan ibu-ibu PKK sudah menyediakan100 poch untuk teh celup kemasan dan 300 cup untuk es tehdaun kelor.

Sistem pembuatan teh dari daun kelor ini juga sudah didiskusikan dan mahasiswa KKN hanya bertugas untuk mengarahkan dengan tujuan untuk memandirikan ibu-ibu tersebut agar di kemudian hari mampu memproduksi sendiri.

Setelah melakukan dua kali demonstrasi mengenaipembuatan teh dari daun kelor, mahasiswa KKN melihat bahwa masyarakat desa Tri Manunggal sangat tertarik dengan produk ini.

Selain cara pengolahan yang mudah serta bahan utama yang juga mudah diperoleh, produk ini terbilang unggul dan unik karena menjadi satu-satunya produk teh celup yang menggunakan bahan utama dari daun kelor sebagai bentuk dari inovasi mahasiswa KKN.

Inovasi produk ini memiliki peluang yang cukup besar bagi desa Tri Manunggal untuk menguasai pangsa pasar sehingga akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyakarat desa.

Sebagaimana tujuan mahasiswa KKN desa Tri Manunggal melaksanakan program ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa Tri Manunggal dengan berinovasi dan memanfaatkan potensi desa yang ada yakni membuat teh dari daun kelor sebagai minuman yang fungsional dan kaya akan manfaat. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)