Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Tri Manunggal Lakukan Inovasi Pengolahan Teh dari Daun Kelor

datariau.com
1.471 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Tri Manunggal Lakukan Inovasi Pengolahan Teh dari Daun Kelor

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampungmerupakan salah satu program dari Universitas Riau yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Riau dengan kriteriaminimal sudah menjalani 80 SKS mata kuliah.

KKN Bangun Kampung ini merupakan bentuk kegiatan pembelajaran yang mengasah softskill kemitraan dan kolaborasi lintas disiplin serta leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah pedesaan.

Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah masyarakat di luar kampus, dengan langsung berkolaborasi bersama masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah, serta mengembangkan potensi suatu desa/daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada di desa/daerah tersebut. Lokasi Kuliah Kerja Nyata yang disediakan oleh Universitas adalah di seluruh desa yang ada di Provinsi Riau.

Desa Tri Manunggal merupakan salah satu dari antara desa tersebut. Kuliah Kerja Nyata Bangun Kampung di desa Tri Manunggal, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar terdiriatas 10 mahasiswa yang dibimbing oleh Dr Neni Hermita SPd MPd dan diketuai oleh Muhammad Imam Wahyudiyang beranggotakan Muthia Putri Anjani, Siti Nurani Herlina Tamba, Ferina Anisa, Wina Annisa Burhani, Nur Syafika, Maryam Robani, Widya Kumala Sari, Ahmad Ridho Mardanidan Fauzi Riski Lubis.

Program kerja utama kegiatan ini adalah berfokus pada pemanfaatan serta memaksimalkan potensi desa (pohon kelor) dengan tujuan untuk meningkatkanpendapatan desa Tri Manunggal.

​Tanaman Kelor (moringa oleifera) merupakan salah satu jenis tanaman tropis yang mudah tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Tanaman kelor merupakan tanaman perdu dengan ketinggian 7-11 meter dan tumbuh subur mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Kelor dapat tumbuh pada daerah tropis dan subtropis pada semua jenis tanah dan tahan terhadap musim kering dengan toleransi terhadap kekeringan sampai 6 bulan.

Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi).

Di Afrika dan Asia, daun kelor direkomendasikan sebagai suplemen yang kaya zat gizi untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan.

Semua bagian dari tanaman kelor memiliki nilai gizi, berkhasiat untuk kesehatan dan manfaat di bidang industri.

Kelor tidak hanya kaya akan nutrisi akan tetapi juga memiliki sifat fungsional karena tanaman ini mempunyai khasiat dan manfaat bagi kesehatan manusia.

Baik kandungan nutrisi maupun berbagai zat aktif yang terkandung dalam tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan makhluk hidup dan lingkungan.

Oleh karena itu kelor mendapat julukan sebagai “miracle tree”. Disamping itu, kelor sangat berpotensi digunakan dalam pangan, kosmetik dan industri.

Pembuatan teh dari daun kelor menjadi teh herbal menjadi yang pertama dan satu-satunya produk teh celup yang akan dikembangkan di desa Tri Manunggal.

Mahasiswa Kukerta tertarik untuk membuat produk ini adalah dikarenakan melihat peluang teh kelor di desa ini cukup potensial.

Hampir di setiap pekarangan warga desa terdapat pohon kelor. Cara budidaya pohon kelor yang tergolong mudah juga menjadi pertimbangan besar bahwa UMKM teh dari daun kelor akan mampu meningkatkan pendapatan desa Tri Manunggal.

Sebelum melaksanakan produksi/pembuatan teh dari daun kelor, mahasiswa KKN terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi mengenai teh dari daun kelortersebut sebanyak dua kali. Sosialisasi pertama dilakukanpada 19 Juli 2023 di Posyandu Mekar Arum Sari I.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)