PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau yang tergabung dalam Kelompok FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Kelurahan Sukamulia, Kecamatan Sail, Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi fasilitas umum berupa plang nama jalan berbahan ecoboard.
Program kerja utama yang berada di bawah tanggung jawab Aulia Febrinka Putri tersebut mulai dipersiapkan pada minggu keempat Juli 2026. Pemasangan plang jalan dilakukan secara serentak pada Senin dan Rabu, 27 dan 29 Juli 2026.
Inovasi tersebut berangkat dari keresahan mahasiswa saat melakukan pengamatan di lapangan. Mereka menemukan masih banyak tumpukan sampah anorganik yang belum terkelola dengan baik. Di sisi lain, sejumlah titik persimpangan di Kelurahan Sukamulia juga belum dilengkapi sistem navigasi berupa papan nama jalan.
Kondisi tersebut kerap menyulitkan masyarakat dari luar wilayah, termasuk pendatang dan kurir, ketika mencari alamat di kawasan permukiman Sukamulia.
Melalui pemanfaatan ecoboard, Kelompok FBN Kelurahan Sukamulia berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab persoalan navigasi wilayah, tetapi sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah plastik anorganik.
Selain membantu memperjelas identitas jalan, keberadaan plang tersebut diharapkan dapat memperindah tata ruang lingkungan sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah plastik yang sulit terurai.
Proses pembuatan ecoboard dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mahasiswa terlebih dahulu mengumpulkan limbah plastik anorganik, kemudian mencucinya hingga bersih. Plastik yang telah dibersihkan selanjutnya dilelehkan secara manual menggunakan kompor dan kuali.
Plastik cair kemudian dicetak menggunakan wadah berukuran 60 x 40 sentimeter. Setelah itu, hasil cetakan dipotong menjadi empat bagian dan didiamkan selama kurang lebih 20 menit hingga mengeras.
Tahap berikutnya adalah memberikan nama jalan pada papan tersebut. Nama-nama jalan sebelumnya telah didata dan direkomendasikan oleh masing-masing RW di Kelurahan Sukamulia.
Untuk memastikan plang dapat berdiri kokoh, mahasiswa menggunakan pipa pralon sebagai tiang penyangga. Pipa tersebut diisi penuh dengan adonan semen. Papan ecoboard dan tiang kemudian disatukan menggunakan kombinasi lem pipa dan semen.
Pemasangan di lapangan dilakukan dengan menggali tanah pada titik yang telah ditentukan, kemudian memasang dan mengecor bagian tiang menggunakan semen.
Namun, mahasiswa juga menghadapi kondisi sejumlah ruas jalan yang sempit dan tidak memiliki ruang tanah yang cukup untuk digali. Untuk mengatasi persoalan tersebut, teknik pemasangan dimodifikasi dengan memanfaatkan kawat pengikat agar plang tetap terpasang kuat dan berada pada posisi yang tepat.
Secara keseluruhan, plang jalan berbahan ecoboard dipasang pada sejumlah titik di Kelurahan Sukamulia, antara lain Jalan Sukamulia, Jalan Hang Lekir, Jalan Hang Jebat, Jalan Sukamakmur, Jalan Hang Kesturi, Jalan Sukoharjo, Jalan Puskesmas Sail, Gang Melati, dan Gang Permata Bunda.

Program pengadaan plang jalan ecoboard ini menjadi grand program kerja Kelompok FBN Kelurahan Sukamulia. Inisiatif tersebut tidak dirancang sekadar sebagai kampanye daur ulang, tetapi sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam menjawab persoalan navigasi dan pemetaan permukiman warga.
Ketua Kelompok FBN Kelurahan Sukamulia, Nabilah Najwa, mengatakan plang jalan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami berharap plang jalan yang telah kami pasang dapat membantu warga dari luar Sukamulia untuk lebih mudah mencari alamat rumah. Lebih jauh lagi, kami berharap Pemerintah Kota Pekanbaru bisa menerapkan inovasi ecoboard ini sebagai solusi alternatif yang cerdas untuk mengurangi maraknya tindakan maling besi fasilitas umum," ujar Nabilah.
Menurutnya, penggunaan material berbasis limbah plastik juga membuka peluang untuk menghadirkan fasilitas publik yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung pengelolaan sampah.
Melalui program tersebut, Kelompok FBN Kelurahan Sukamulia menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa berharap plang jalan ecoboard yang telah terpasang tidak berhenti sebagai rekam jejak program kerja selama masa pengabdian. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dirawat secara berkelanjutan oleh warga dan menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Kota Pekanbaru.
Inovasi sederhana berbasis lingkungan tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan fasilitas publik yang lebih tertib, kreatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.***