KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan program pelatihan pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar ekstrak daun sirih di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menggabungkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal.
Pelatihan yang diikuti ibu-ibu Desa Sungai Bawang tersebut berlangsung dengan antusias. Selain memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan, mahasiswa juga mengajarkan cara mengolah daun sirih menjadi sabun cuci tangan yang aman digunakan serta memiliki potensi sebagai produk bernilai ekonomi.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit. Meski sabun cuci tangan mudah diperoleh di pasaran, mahasiswa menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa produk tersebut dapat dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan.
Baca juga:Dari
Dapur Jadi Usaha: Mahasiswa UMRI Ajak Ibu PKK Ubah Minyak Jelantah
Menjadi Lilin Aroma Terapi dan Cara Pembuatan Sabun Cair
Dalam pelatihan tersebut, daun sirih dipilih sebagai bahan utama karena dikenal memiliki kandungan antiseptik alami yang telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman herbal. Pemanfaatan daun sirih diharapkan dapat menjadi alternatif pembuatan sabun cuci tangan yang lebih ekonomis sekaligus memaksimalkan potensi tanaman lokal.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun sebagai bagian dari penerapan PHBS. Mahasiswa juga menjelaskan manfaat daun sirih sebagai tanaman herbal, kandungan antiseptiknya, serta peluang pengolahannya menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Selain aspek kesehatan, peserta juga diperkenalkan pada peluang usaha rumahan dari produk sabun cuci tangan berbahan alami. Edukasi ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa produk sederhana berbasis potensi lokal memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Petani Rawang Oguang Bikin Pestisida Nabati dari Daun Pepaya, Dukung Pertanian Ramah Lingkungan
Usai sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan sabun cuci tangan berbahan dasar ekstrak daun sirih. Peserta mengikuti setiap tahapan mulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pembuatan ekstrak daun sirih, pencampuran bahan sesuai takaran, hingga menghasilkan sabun yang siap digunakan.
Mahasiswa Kukerta turut mendampingi seluruh peserta selama proses praktik agar setiap tahapan dapat dipahami dengan baik. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga peserta memiliki kesempatan mencoba sendiri proses pembuatan sabun dan memahami teknik yang benar.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi penyampaian materi hingga praktik. Berbagai pertanyaan juga muncul terkait manfaat daun sirih, teknik pembuatan sabun, hingga peluang pengembangan usaha dari produk tersebut.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta Berdampak UNRI Sosialisasikan Pembuatan Pestisida Nabati dari
Daun Pepaya kepada Ibu-Ibu PKK Desa Tanjung Rambutan
Ketua Tim Kukerta Universitas Riau Desa Sungai Bawang mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengolah bahan alami menjadi produk yang bermanfaat.
"Menurut saya program kerja pembuatan sabun cuci tangan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Sungai Bawang, karena respons masyarakat sendiri sangat bagus dan antusias terhadap penyampaian dari kami. Semoga dengan berjalannya program kerja ini masyarakat mampu merealisasikan pembuatan sabun cuci tangan secara mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.