Mahasiswa Kukerta UNRI Dampingi KUB Desa Rumbio Tingkatkan Kualitas Olahan Ikan Patin untuk Cegah Stunting

datariau.com
56 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Dampingi KUB Desa Rumbio Tingkatkan Kualitas Olahan Ikan Patin untuk Cegah Stunting

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 memberikan pendampingan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, dalam upaya meningkatkan kualitas produksi olahan ikan patin yang menjadi salah satu potensi unggulan desa sekaligus mendukung program pencegahan stunting.

KUB Desa Rumbio selama ini dikenal sebagai kelompok usaha yang mengolah ikan patin menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, seperti bakso dan nugget ikan patin. Produk-produk tersebut sebelumnya telah dimanfaatkan dalam program desa sebagai makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita selama lima bulan guna membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat serta menekan angka stunting.

Dalam kegiatan pendampingan kali ini, proses produksi dilakukan dengan pendekatan yang lebih terarah. Jika pada tahap awal produksi masih menggunakan metode tradisional dan peralatan sederhana, kini mahasiswa Kukerta turut memberikan pendampingan agar kualitas produk dapat terus ditingkatkan.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Sosialisasi Pupuk Organik Cair di Desa Rumbio Kampar


Pendampingan operasional dipimpin oleh Ayu Natasya Sari yang mendampingi seluruh rangkaian proses produksi, mulai dari pembersihan ikan patin, pengolahan bahan baku, hingga produk siap dikonsumsi. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai standar sehingga menghasilkan produk yang lebih higienis, berkualitas, dan memiliki mutu yang terjaga.

Selama proses produksi berlangsung, mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus UNRI bersama anggota KUB melakukan pengamatan secara langsung terhadap setiap tahapan pembuatan bakso dan nugget ikan patin. Pengamatan dilakukan mulai dari proses pembersihan ikan, pemisahan daging, pencampuran bahan, hingga pencetakan produk.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa mengenai proses pengolahan pangan berbasis hasil perikanan, tetapi juga menjadi evaluasi terhadap sistem produksi yang selama ini diterapkan oleh KUB.

Baca juga:Jembatan Pasar Rumbio Mangkrak 7 Tahun, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat Minta Perhatian Pemerintah


Selain melakukan observasi, mahasiswa dan anggota KUB juga menggelar diskusi mengenai berbagai aspek teknis produksi. Sejumlah masukan disampaikan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, mulai dari penerapan kebersihan selama proses pengolahan, penggunaan peralatan yang lebih efektif, penakaran komposisi bahan yang konsisten, hingga penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman kerja.

Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari anggota KUB. Mereka menyambut baik berbagai saran yang diberikan karena dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat tata kelola usaha.

Kolaborasi antara mahasiswa Kukerta dan KUB diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan usaha olahan ikan patin di Desa Rumbio. Melalui transfer pengetahuan dan pengalaman, kualitas produk diharapkan semakin meningkat sehingga memiliki daya saing yang lebih baik di pasaran.

Di sisi lain, pengembangan produk olahan ikan patin juga diharapkan mampu memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita, sehingga manfaat ekonomi dan kesehatan dapat dirasakan secara bersamaan oleh masyarakat Desa Rumbio.

Baca juga: Bupati Kampar Komit Lanjutkan Jembatan Pasar Rumbio-Pulau Payung yang Mangkrak 7 Tahun


Pendampingan yang dilakukan mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus Universitas Riau ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan. Dengan peningkatan kualitas produksi dan manajemen usaha, KUB Desa Rumbio diharapkan mampu berkembang lebih baik dalam beberapa minggu ke depan sekaligus menjadi contoh pengolahan hasil perikanan yang produktif dan bernilai tambah.***

Penulis
: Maikel Yarzil Putra
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)